Pentas Teater Gandrik "Gundala Gawat"

25-04-2013 02:04:53 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Gundalagawat Semenjak meninggalnya penulis lakon Heru Kesawa Murti dua tahun lalu, Teater Gandrik tampil kembali mengangkat lakon “Gundala Gawat” karya Goenawan Mohamad di Graha Bakti Budaya TIM, 26 dan 27 April, pukul 20.00 WIB. Penampilan kelompok teater dari Yogya ini didukung penuh oleh Djarum Apresiasi Budaya, sebagai komitmennya untuk mendorong kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa. Kehadiran GM, demikian panggilan karib Goenawan Mohamad, dalam kolaborasi kreatif ini terasa istimewa, karena GM yang biasa menulis esai dan puisi, baru kali ini menulis lakon drama bernuansa komedi. Apalagi lakon itu kemudian dimainkan Teater Gandrik yang selama ini dikenal dengan gaya ‘sampakan’ - menafsirkan cerita dalam semangat bermain-main yang penuh canda. Djaduk Ferianto, selaku penata laku pertunjukan memaparkan, “Pertunjukan ini merupakan kolaborasi  perdana antara Teater Gandrik dengan penyair-esais yang juga dikenal sebagai jurnalis pendiri Majalah TEMPO itu. Cerita ini diinspirasi komik legendaris asli Indonesia tahun 1970-an “Gundala Putera Petir” karya Hasmi alias Harya Suraminata”. Sebelumnya, Teater Gandrik pernah juga bekerjasama dengan penulis lain ketika mengangkat lakon “Sidang Susila” karya Ayu Utami. Bagi Teater Gandrik, kata Djaduk, kerjasama seperti ini merupakan tantangan tersendiri. Antara pemain dan penulis harus menyediakan ruang-ruang toleransi dalam mengeksekusi ide-ide artistik. Soalnya, penulis naskah musti rela dan ikhlas ketika dalam proses penggarapan karyanya dibedah dan diperkembangkan oleh aktor-aktor Gandrik. Kerja kreatif seperti ini menjadi ciri khas proses kreatif Teater Gandrik, sehingga memunculkan pencapaian estetik seperti selama ini dikenal dalam tradisi pemanggungannya. Seperti biasanya, penampilan Gandrik selalu menjanjikan sebuah pemanggungan yang penuh tawa, apalagi dengan dukungan aktor-aktor kawakan Teater Gandrik seperti Susilo “den baguse” Nugroho, Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto, Jujuk Prabowo, dan beberapa aktor muda lainnya seperti Broto, Ucup, Atut, Feri, Nunung, Linda, serta pemain tamu dari Teater Garasi seperti Gunawan Maryanto dan Jamaluddin Latief. Pertunjukan yang musiknya digarap Djaduk Ferianto ini akan semakin menarik karena seniman Hasmi, pencipta tokoh komik Gundala, turut serta memainkan karakter dirinya. Jadi, antara fiksi dan realitas akan campur aduk, namun tetap dalam ciri pemanggungannya yang segar, cerdas dan penuh kelakar. Meskipun Gandrik tetap akan menampilkan ciri kreatifnya dengan menghadirkan elemen-elemen tradisional, kali ini Gandrik menghadirkan ingatan penikmat komik pada tokoh-tokoh superhero lokal melalui eksekusi visual multimedia berupa penyajian karya animasi yang digarap oleh animator Anis Eko Windu. Lakon “Gundala Gawat” merupakan ekspresi kegemasan para superhero atas terjadinya berbagai kejahatan, utamanya kejahatan korupsi. Hasmi, pencipta tokoh Gundala, mengundang para superhero seperti Aquanus, Pangeran Melar, Sun Bokong, Jin Kartubi untuk bersekutu menyelamatan negeri yang eksistensinya terancam. Mereka bersatupadu di Pusat Pengerahan Tenaga Superhero, bahkan Hasmi menciptakan tokoh superhero baru bernama Agen X-9, untuk bersama-sama melawan Gerombolan Harimau Lapar yang ternyata selama ini ternyata menjadi dalang setiap kejahatan yang dilakukan secara terencana dan sistemik.  (*) Pemesanan tiket di Jakarta: Hotline reservasi: 0838-9971-5725, 0856-9345-7788 Taman Ismail Marzuki: 021-975-975, 0815-1935-1935