TWOFIFTYSIX Graduation Show 2013 LaSalle College International Jakarta

22-04-2013 11:04:10 By Egon Saputra
img

Dunia digital saat ini bekembang sedemikian pesat. Dulu dunia digital masih sangat tradisional mulai dari segi grafis yang masih sangat kaku dan juga jumlah warna yang masih sangat terbatas, era dimana dunia digital hanya memiliki 256 warna atau dikenal dengan era 8 bit. Di era ini masyarakat mulai menganggap grafis sebagai sesuatu yang dapat memuaskan mata mereka sebagai sebuah hiburan yang dinikmati secara visual.  Era ini menjadi titik balik perkembangan dunia digital grafis di Indonesia hingga saat ini kita mengenal system pixel dengan ribuan bahkan jutaan warna. Fenomena inilah yang menjadi inspirasi dari acara Creative Show dari LaSalle College International Jakarta di tahun 2013 yang diadakan di The Hall Senayan City tanggal 20 April 2013 yang lalu. Apresiasi terhadap perkembangan dunia grafis yang berkembang pesat menjadikan TWOFIFTYSIX atau 256 yang merupakan jumlah warna di awal perkembangan dunia grafis sebagai judul acara tahun ini. Panggung yang didesain sangat menarik, dimana kubus kubus raksasa dirangkai menjadi sebuah permukaan yang dijadikan sebagai objek untuk menampilkan Video Mapping menjadi center point di ruangan acara dimana 150 lulusan ini diwisuda. Sementara di area pameran, program program unggulan dari LaSalle College International Jakarta turut serta membuat acara menjadi semakin menarik. Body Painting live demo misalnya, dimana para pengunjung pameran dapat dengan bebas memercikkan cat ke tubuh seorang penari yang berada di dalam sebuah box raksasa. Pameran fotografi yang menggunakan panel panel besar juga meramaikan acara dilengkapi karya seorang student, Christopher Rehuel Santoso yang karyanya juga pernah tampil di Vogue Italia online. Program Digital Media Design juga tidak mau kalah dengan menampilkan hasil karya berupa packaging design, dan juga panel panel akrilik 3 dimensi. Program interior design kali ini bekerjasama dengan KARE sebuah butik furniture dari Jerman dalam sebuah instalasi interior yang memadukan produk interior dari KARE dan juga milik para mahasiswa. Tentunya kemeriahan area pameran tidak sampai disitu, terdapat juga Fashion Bazaar hasil karya mahasiswa dan mahasiswi kreatif jurusan Fashion Business. Mereka diberi kesempatan untuk memperkenalkan produk yang mereka kembangkan selama proses belajar mereka di LaSalle College International Jakarta sekaligus membuktikan eksistensi mereka di industry retail fashion Indonesia. Puncak kemeriahan ada pada pukul tujuh malam tepat di hari yang sama, dimana para tamu undangan, orang tua mahasiswa, industry dan juga media dihibur dengan sebuah peragaan busana yang menampilkan 196 buah karya mahasiswa dan mahasiswi jurusan Fashion Design. Karya yang ditampilkanpun beraneka ragam, mulai dari baju baju ready to wear yang menawan karya Erwin yang meraih penghargaan Mini Collection Terbaik, pakaian anak yang dirancang oleh Gloria Agatha, Couture karya Rahma Putri sampai karya yang Avant Garde karya Natharika Septiana yang juga ditampilkan di Beijing untuk acara Hempel Awards 2013.  Kemasan fashion design kali ini cukup berbeda karena dibumbui efek Video Mapping dan juga Multimedia yang menggunakan teknologi yang canggih. 20 April 2013 juga menjadi hari yang sangat special bagi 6 orang mahasiswa terbaik terpilih yakni; Gloria Agatha untuk program Fashion Design, Lee Suhaerin untuk program Fotografi, Valencia Arifin untuk program Fashion Business, Olivia Eriariani Sumitro, Agatha Alexandra untuk program Interior Design, RR Andini Solita untuk program Artistic Make Up. LaSalle College International Jakarta sebagai institusi pendidikan berskala International dari Montreal Canada yang menawarkan enam program studi yakni Fashion Design, Fashion Business, Digital Media Design, Interior Design, Photography, dan juga Artistic Make Up memang memfokuskan diri untuk menjadi wadah bagi para calon desainer muda Indonesia untuk berkespresi dan mempersiapkan mereka untuk persaingan global.