Pasar Senen Masih Menjadi Solusi Berburu Pakaian Bekas

01-04-2013 09:04:17 By Egon Saputra
img

Pasar Senen ternyata masih dijadikan salah satu lokasi perburuan shopaholic. Tidak melulu mencari produk-produk branded yang mahal, melainkan mencari pakaian bekas bagus yang layak pakai. Tidak hanya pakaian, di pasar ini kita juga dapat menemukan berbagai macam aksesoris seperti kacamata, jam tangan, ikat pinggang, vest dompet maupun topi. Harga yang ditawarkan pun cukup menggiurkan. Mulai dari lima ribu sampai ratusan ribu rupiah, tergantung jenis dan ukuran barangnya. Selama pandai menawar dan sabar dalam mencari barang, kita akan mendapatkan barang bagus dan murah sesuai keinginan. Menurut salah satu pengunjung, hanya dengan 60 ribu rupiah dapat membawa pulang 2 buah cardigan dan 1 jaket jeans. Sedangkan kemeja flanel dibanderol sekitar 50 – 60 ribu rupiah. Kamu bisa mendapatkannya dengan 35 ribu saja, kalau kamu ahli dalam urusan tawar menawar. Pasar Senen/Snees merupakan pasar tertua yang ada di Jakara. Dinamai Pasar Snees karena awalnya aktifitas perdagangan di pasar ini berlangsung setiap hari Senin dan didominasi oleh masyarakat etnis Cina. Pasar Senen dibangun pada tanggal 30 Agustus 1735. Meskipun awalnya pasar ini hanya dibuka pada hari Senin, di tahun 1766, pasar yang ramai dikunjungi ini akhirnya dibuka untuk hari selain hari senin (Wikipedia). Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan saat berbelanja di Pasar Senen:

  1. Kalau budget kamu minim, pandai-pandai lah menawar untuk mendapatkan barang bagus dan murah yang setara kualitas mall.
  2. Jangan terlalu kelihatan kita menginginkan barang tersebut di depan pedagang, karena dengan begitu pedagang akan bertahan dengan penawaran pertama.
  3. Lakukan survey harga di beberapa pedagang.
  4. Jika sudah mendapatkan yang diinginkan, coba cek kembali barang tersebut apakah ada yang cacat atau tidak. Tetap teliti sebelum membeli.
  5. Persiapkan stamina ekstra saat berburu pakaian seken di Pasar Senen. Gak cuma tempat yang agak sempit dan panas yang akan kamu temui, namun disini juga berlaku hukum “Tidak mengenal kawan dan lawan”.
  6. Ini paling penting. Hindari memakai perhiasan dan pakaian yang mengundang tindak kejahatan, usahakan jangan membawa atau memainkan handphone saat berbelanja. Karena daerah ini sangat rawan!