Pentas Teater "Markonah" : Bagaimana Seorang Perempuan Terpaksa Membela Harga Dirinya

30-03-2013 03:03:27 By Muhammad Ishlah Alfath
img

markonah-poster-jakarta-venue Pentas “Markonah” merupakan hasil karya dari tim kreatif  yang diwujudkan oleh kaum emak (ibu) antara lain: Sri Hardini, Tantri Pertiwi, Silvia Corri, Epoy Pradipta, Achell Manyo, Siska Polii, Siwi Iswanti, Amasita,  Erthalia, dan didukung oleh para lelaki hebat; Iphie Lubis, Deddy Hendrawan, Agel Hasmin, Dika Tize,  serta Eka D. Sitorus yang berperan besar sebagai Sutradara dan motivator para emak. Dengan berbagai latar belakang rumah tangga dan pekerjaan, kaum emak ini merekrut orang-orang untuk bergabung dan ikut serta dalam pentas “Markonah”, diantaranya: Sabrina Piscalia, Nur Indah Fitriani, Fien Mangiri, Kubil Angelo, Ojan Sketsa, Ani Novianty, R-Vhan, Hakim Abdat, Ade Muhammad, dan Arief Budiman. “Ini bukan cerita soal eksistensi, bukan juga cerita perjuangan seorang anak manusia mencapai tujuan hidupnya. Ini Cuma cerita bagaimana seorang perempuan terpaksa membela harga dirinya,” ujar Asmara GT sebagai penulis, yang juga menjadi salah satu Tim Kreatif Emak Production. Emak Production merupakan sebuah forum teater bagi kaum perempuan khususnya dan para pencinta seni pada umumnya. Forum ini mencoba mengangkat semangat para perempuan yang telah berumah tangga untuk dapat berkarya dan berkesenian. Forum ini membuktikan bahwa tanggung jawab seorang Ibu rumah tangga tidak hanya bekerja di dapur, melayani anak dan suami. Tapi seorang Ibu juga ikut serta  bertanggung jawab dalam perkembangan globalisasi seni serta mewujudkannya dalam sebuah karya  yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pertunjukan “Markonah” ini merupakan hasil karya pertama yang dipersembahkan Emak Production. Sosok “Markonah” dalam pertunjukan ini adalah sosok perempuan/istri masa kini, yang di idam-idamkan para lelaki. Markonah memang bukan kartini tapi kesetiaan Markonah patut diteladani. Lakon “Markonah” sebagai wanita cantik dan sexy di kampung Bangor menjadi gunjingan seluruh warga. Nurbanah yang di juluki Markonah, dianggap sebagai wanita perusak moral warga, penggoda para pemuda dan suami di kampong Bangor. Tapi dibalik semua itu, kecantikannya hanya dipersembahkan untuk sang suami yang tidak tahu rimbanya. Kecantikannya adalah bukti dari kesetiaan. Cinta yang tulus dan  tak pernah pudar menjadi penantian Markonah.  Fisik suaminya yang  jelek dan tua tidak pernah dipermasalahkan, ia tetap menanti sang suami agar kembali ke hadapannya. Sebuah drama yang sering terjadi di kehidupan saat ini, diharapkan bisa menjadi pencerahan kepada penonton, agar tidak menilai sesuatu dengan kacamata kuda, tapi lebih menilai kesegala sisi dan pertimbangan. Selain itu tontonan ini diharapkan juga bisa menjadi tuntunan bagi kaum wanita bahwa kecantikan itu di anugrahkan oleh tuhan untuk dirawat dan dijaga sebaik-baiknya. Info Pentas Deddy 081281147618 Email : emakpro@gmail.com / deddygekijo@gmail.com Twitter : @EmakProduction Facebook : Emak Production Info Tiket www.tamanismailmarzuki.com 0852 11 88 4369 / 0856 92 93 82 57