Konser The Stone Roses Jakarta: From Manchester To Madchester

25-02-2013 02:02:34 By Egon Saputra
img

“Glory Glory The Stone Roses” teriak para penonton barisan depan yang mengenakan kostum sepak bola dan bendera Manchester United. Salah satu rock legend asal Manchester, The Stone Roses, baru saja menyelesaikan konsernya sabtu malam (23/2) yang dibawa oleh promotor Flux and Play. Sekitar pukul 18:15 WIB, Lapangan D senayan mulai dipadati oleh para Madchester (sebutan fans untuk band-band asal Manchester) Tanah Air maupun mancanegara. Hujan gerimis dan tanah lapang yang penuh lumpur, tidak menyurutkan antusias penonton untuk menyaksikan aksi panggung Ian Brown, John Squire, Reni dan Mani. Tepat pukul 20:30, teriakan penonton semakin keras ketika lampu mulai dipadamkan. Yel-yel Manchester United yang diplesetkan menjadi “Glory Glory The Stone Roses” pun dikumandangkan. Kemudian Ian Cs naik pentas. Ucapan terima kasih Ian dan gebukan drum Reni mengantarkan ‘I Wanna Be Adored’ sebagai lagu pembuka konser. Sontak saja membuat koor Madchester dari segala penjuru sampai menjadikan ‘Mersey Paradise’ dan ‘Sally Cinnamon’ sebagai koor panjang di barisan depan panggung. Luapan kebahagiaan sangat terlihat saat para Madchester melonjak-lonjak menyanyikan 3 lagu pertama tersebut. Rasanya tidak bisa dipercaya, dapat melihat The Stone Roses reuni dan kembali ke atas panggung. Ditambah penampilan Ian Brown malam itu sangat sederhana sekali, hanya mengenakan kaos polos, sweater dan jeans hitam. Tak banyak interaksi maupun basa-basi saat di atas panggung, Ian terlalu sibuk dengan kedua tamborin-nya dan memperkenalkan gaya baru. Berjoget dengan tangan menunjuk ke kiri dan kanan seperti bebek, sesekali memamerkan otot lengannya yang mulai dipenuhi keriput. Tak beraturan tapi unik. Ian pun sempat mengambil kaos bergambar logo The Stone Roses (Lemon), dipakainya sebentar untuk menutupi wajah lalu dilemparkan lagi kepada Madchester. Beruntung Madchester tersebut juga mendapatkan Tamborin Ian. Meski tidak lagi enerjik seperti saat pertama mereka manggung di tahun 1984, namun usia tak jadi halangan bagi para personil The Stone Roses untuk tampil totalitas dan prima. “Any request ?” tanya Ian pada penonton. Sekitar 3000-an penonton merasa puas, lagu-lagu favorit lainnya seperti ‘Waterfall’, ‘Don’t Stop’ sampai ‘I Am The Resurrection’ menjadi penutup konser pukul 22.15 WIB. Tidak ada encore, apalagi kata perpisahan. Ian hanya mengambil bendera klub sepakbola Manchester United dari tangan Madchester yang kemudian ia bawa ke atas panggung dan menyiuminya. Tepuk tangan Madcheste mengantarkan Remi, Mani, John dan Ian ke belakang panggung. Sebuah awkward moment bagi semua Madchester !