Madre The Movie

13-02-2013 02:02:43 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Lahir sebagai 75 halaman cerpen, bagian utama dari novelet berjudul Madre buah karya Dewi ‘Dee’ Lestari 2011 silam. Madre membawa multi pesan yang bermuara pada kata cinta. Sedikit pastinya yang mengetahui bahwa memang benar adanya sebuah biang roti, seperti hidup dan diberlakukan nyaris layaknya manusia. Dan seperti seorang ibu, dia melahirkan serta melepaskan anak-anak rotinya pergi, membawa cita rasa cinta pada setiap gigitannya. Dan biang roti dalam cerita ini lahir dengan nama Madre, dari tangan Lakshmi yang tak lain adalah nenek biologis dari Tansen Roy Wuisan. Madre yang akhirnya setelah puluhan tahun mati suri, bukan hanya menemukan cintanya kembali, justru mempertemukan insan-insan yang telah lama ingin berkenalan dengan arti cinta yang sebenar-benarnya. Madre_still 036 28 Maret 2013, Mizan Productions dengan bangga mempersembahkan Madre sebagai sebuah film karya Benny Setiawan, Sutradara terbaik FFI 2011 dan penulis skenario terbaik FFI 2010 dan 2011. Diperankan oleh Vino G. Bastian, Aktor terbaik FFI 2010 sebagai Tansen. Dan Laura Basuki, Aktris Terbaik FFI 2011 sebagai Mei. Didukung oleh aktor senior Didi Petet, Titi Qadarsih dan banyak lagi. Mengambil setting heritage Bandung dan romantisme Bali, membawa imajinasi para pembaca cerpen nya menjadi kenyataan. Madre, dari roti turun ke hati. Madre mengisahkan bagaimana sejarah hidup seseorang berubah dalam sehari hanya dengan sebuah kunci lemari es yang berisi adonan biang roti berumur 70 tahun bernama “MADRE”. Dalam perjalanannya Madre mampu mengubah nasib dan arah masa depan Tansen – remaja berusia 27 tahun tanpa persiapan apapun. Berawal dari wafatnya yang bernama Tan Sin Gie, seorang kakek keturunan Tionghoa. Beliau memberikan sebuah warisan kepada Tansen, cucunya – pemuda berusia 27 tahun. Selama ini Tansen tak pernah tahu kalau seperempat darah miliknya berasal dari kakeknya yang beretnis Tionghoa dan seperempat darah India dari neneknya. Keduanya meninggalkan sebuah warisan bernama MADRE. Madre berasal dari kata spanyol yang berarti 'ibu' dan dalam hal ini merupakan biang roti yang sangat tua. Sang kakek yakin, hanya keturunan langsungnyalah yang dapat menghidupkan kembali toko roti yang sudah berdiri sejak tahun 60-an dan kini berhenti beroperasi. Tansen seorang surfer yang memilih hidup bebas tanpa jeratan rutinitas. Ia terobsesi untuk mencari ombak tertinggi untuk ditaklukan. Hanya satu rutinitas yang baru dua tahun ini, ia tekuni, membagi pengalamannya pada sebuah blog yang diberi nama “Sang Pencari Ombak”. “..Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam satu hari? Hari ini hidupku sangat kompleks. Dalam darahku mendadak seperempat Tiongoa. Nenekku keturunan India yang ternyata tukang buat roti. Dan dia, bersama Kakek yang tidak kukenal, mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah ku tahu, Madre..”