Yellowfin Sake Bar & Kitchen

11-02-2013 05:02:49 By Egon Saputra
img

Di Jalan Senopati terdapat sebuah bangunan sederhana serba cokelat yang bertuliskan Yellowfin. Kesan pertama saat masuk ke venue ini, kamu akan menemukan suasana warung sake Jepang dengan interior yang didominasi material kayu seperti sliding door dan lampion-lampion khas Jepang. Jangan berharap kamu akan menemukan sofa empuk tebal seperti di resto-resto lainnya, karena mayoritas kursi-kursi di Yellowfin terbuat dari kayu dan semuanya tertata apik yang identik dengan Jepang. Terdapat area semi outdoor dengan beberapa set meja-kursi yang ditata memanjang dan tertutup tirai bambu khusus untuk non-smoking. Selain itu terdapat ruang VIP dengan kapasitas 15 orang. Tidak ada pencahayaan cukup terang saat siang hari, semua hanya bermandikan sinar matahari. Selama berada disini, kamu akan merasakan kedai khas Jepang dengan sentuhan ala Amerika. Salah satu hal terbaik dari sebuah kedai/resto yang mengusung konsep ‘Japanese Cuisine’ yaitu selalu ada ruang kreativitas untuk mengeksplorasi dan mengembangkan masakan baru nan menarik. Salah satu makanan unggulan disini sebut saja Gindara Saikyo Yaki, ikan gindara dengan daging bertekstur lembut yang dipanggang dengan bumbu bercita rasa asin. Ada juga pilihan menu lainnya seperti Tori Kara Age (deep fried chicken), Grilled Sea Eel with Cream Cheese dan Asparagus Fried Roll. Untuk pilihan dessert bisa nikmati dalam variant tea; Green Tea Almon Cake, Green Tea Sake Tiramisu, Green Tea Almond Martini (with alkohol) dan Black Tea Pudding. Saat memesan makanan atau minuman, kamu tidak perlu repot memanggil atau melambaikan tangan kepada pelayan, cukup dengan menekan bel yang ada di atas meja saja. Tombol pertama untuk pemesanan dan minta bantuan pelayan, tombol kedua untuk refill minuman dan ketiga untuk meminta bon tagihan. Harga makanan mulai dari Rp 36 ribuan - Rp 300 ribuan. Mungkin sebagian dari kita tidak asing dengan produk yang bernama Sake. Sake merupakan minuman beralkohol yang terbuat dari beras, koji beras dan air yang kemudian diolah dengan proses fermentasi dan filtrasi. Di negara asalnya, Jepang, produk ini lebih banyak ditujukan sebagai minuman yang disajikan pada sebuah pertemuan. Barisan botol sake yang terletak di sebuah rak dekat pintu masuk selalu menjadi perhatian pengunjung saat ke Yellowfin. Bagaimana tidak, Sekitar 80 jenis sake dari ukuran kecil sampai besar terpampang di rak dengan panjang 2,5 meter. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai Rp 180 ribu hingga Rp 3 juta. Proses, bahan dan waktu menjadi hal kenapa sake itu bisa menjadi sangat mahal. Saat proses pembuatan, semakin banyak kikisan pada bahan sake (beras) akan membuat harga sake tersebut semakin tinggi. Sebaliknya, semakin sedikit kikisan maka harga pun tidak terlalu mahal. Begitu pula dengan waktu pengerjaan, semakin lama proses fermentasi maka harganya menjadi mahal. Tidak ada sake yang menjadi favorite, semua pengunjung mempunyai cita rasa dan selera yang berbeda-beda. Jangan sungkan untuk bertanya jenis-jenis sake maupun teknik meminum sake, karena bakal ada yang mengajari kamu disini. Suasana akhir pekan di Yellowfin cukup menyenangkan, selain cocok untuk mengisi perut dikala lapar, kita juga bisa leluasa kongkow-kongkow dengan keluarga maupun kerabat karena Yellowfin buka hingga pukul 02:00 dini hari. Tidak heran bila saat ini banyak orang mencari ketenangan dan waktu santai di sebuah kedai dengan suasana berbeda. Karena Yellowfin menawarkan nuansa yang cukup bertolak belakang dengan keruwetan Ibukota. Jl. Senopati Raya No. 42, Kebayoran Baru Photo by Atika Pertiwi