Djarum Super Mild One Last Tour Swedish House Mafia

23-01-2013 12:01:44 By Egon Saputra
img

19 Januari 2013, Eco Park – Ancol, menjadi saksi perhelatan konser Trio DJ asal Swedia yang menamakan diri mereka Swedish House Mafia. Konser yang bertajuk Djarum Super Mild ‘One Last Tour’ Swedish House Mafia tersebut berhasil mengundang puluhan ribu party goers. Tidak sedikit party goers mancanegara ikut meramaikan konser #SHMJKT. Merupakan rangkaian tur terakhir mereka sebelum Steve Angello, Sebastian Ingrosso dan Axwell ber-solo karier. Trio ini mencoba membuka komunikasi melalui sebuah pesan bertuliskan “We Come..We Grave.. We Love..” yang terpampang di big screen. Kemeriahan Djarum Super Mild ‘One Last Tour’ - Persembahan Terakhir Swedish House Mafia Untuk Jakarta. Ketiga DJ itu memulai aksi nge-dj sekitar pukul 01.00 WIB. Lewat lagu Grayhound, SHM membuka konser malam itu yang sebelumnya sempat ‘dipanaskan’ oleh beberapa DJ lokal seperti, DJ Winky dan Dipha Barus. Kondisi lapangan yang becek dan penuh lumpur akibat hujan pada sore hari, tidak menyurutkan semangat penonton menyaksikan penampilan terakhir SHM. Bergantian setlist dimainkan, Dengan didukung kapasitas soundsystem 100.000 watt dan lighting 200.000 watt serta confeiti dan kembang api, Swedish House Mafia berhasil menghipnotis penonton dan membuat konser malam itu semakin riuh dan dipenuhi histeria penonton. Mendekati pukul 02:00 dini hari, hujan kembali membasahi tanah Eco-Park. Walaupun kondisi lapangan becek akibat hujan, tidak menyurutkan semangat penonton ber-party ria. “I Don't Care About The Rain”, Teriak Angello sambil ketiga pria berseragam kaos hitam tersebut mengibarkan bendera Indonesia. Swedish House Mafia mengakhiri pertunjukannya sekitar pukul 03.00, lagu-lagu populer yang didendangkan seperti Save the World dan Don't You Worry Child sangat menghibur penonton yang rela hujan-hujanan. Selain lagu-lagu sendiri, SHM juga membawakan beberapa lagu dari Coldplay dan The Temper Trap. Sebelumnya dalam akun facebook mereka, Swedish House Mafia sempat menuliskan keprihatinan mereka dengan banjir yang menimpa Jakarta "Guys Jakarta is still on. We are aware of the flooding issues affecting the country but are assured our venue is safe and well. We will see you there! SHM" tulis mereka. Terbentuk tahun 2008 di Swedia, Swedish House Mafia telah berhasil melahirkan karya yang dilirik oleh pasar musik dunia. Dalam waktu 4 tahun grup beraliran Progressive House ini berhasil duduk di peringkat 10 di DJ Magazine Top 100 DJ Poll tahun 2011. Mereka juga memenangkan EBBA Award, sebuah penghargaan atas popularitas di industri musik dance. Lima single dari dua album berjudul Until One dan Until Now mendapat empat sertifikasi gold, dua sertifikasi silver, dan lima sertifikasi platinum