Mengintip Karya Para Pemenang Chrome Open Spaces 2012

02-01-2013 05:01:52 By Egon Saputra
img

Jakarta, 26 Desember 2012 –  Dari ribuan entries yang masuk dalam kontes Chrome Open Spaces, akhirnya terpilih tiga pemenang yang didapatkan berdasarkan voting terbanyak dan penjurian setiap minggunya, yaitu Adi Setiawan pemenang pada pekan pertama, Kristoforus Malvino sebeagai pemenang pada pekan kedua, serta Woof Jakarta sebagai pemenang pada pekan ketiga. Selain ketiga pria tersebut, ada satu perempuan yang berhasil menyisihkan peserta lainnya. Rachel Dewi merupakan satu-satunya wanita yang karyanya berhasil dilukis di salah satu tembok di daerah Salemba. Setiap karya kontes Open Spaces memiliki cerita dan latar belakang yang berbeda. Kompetisi desain street art Chrome Open Spaces yang  berlangsung sejak 23 Oktober 2012 ini memiliki cerita dan latar belakang yang berbeda dari setiap pemenangnnya. Masing-masing karya memiliki latar belakang dan keunikan yang berbeda sehingga membuat para juri yaitu Darbotz, Farah Wardani, dan David Bayu ‘Naif’ harus cermat dalam memilih yang terbaik. Open Space “Buanglah Koruptor ke Tempat Sampah” - Adi Setiawan Berawal dari keprihatinannya melihat tindakan korupsi di negara ini, pemenang pertama dari ini memvisualisasikan desain tersebut dengan menggunakan sosok anak kecil yang merupakan generasi penerus bangsa untuk melawan korupsi. “Sing in The Open Sky” – Kristoforus Marvino Kristovorus Vino yang disapa Vino adalah salah satu alumni program studi Desain Komunikasi Visual di kampus Bina Nusantara (Binus). Sekarang Vino bekerja sebagai digital artist di Caravan Studio, sebuah studio ilustrasi dan komik di Jakarta. Desainnya pada Chrome Spaces yang menampilkan tiga orang anak kecil sedang bernyanyi di atas sebuah atap divisualisasikan dengan warna-warna cerah dan menyegarkan. Vino mengaku terinspirasi dari kata ‘Open Space’ itu sendiri. “Saya mencoba untuk mencari ide yang mencerminkan kebebasan dan ruang publik, sekaligus visual yang menarik. Dari situ jadilah gambar ‘Sing in The Open Sky’ ini” Ujar Vino “Go Outside & Play!” – Woof Jakarta Woof Jaarta bermula dari sebuah blog pribadi pemiliknya yaitu Gibran yang dibikin bersama pacarnya. Woof Jakarta fokus membahas tentang hobi bersepeda. Gibran sendiri bekerja sebagai freelance graphic designer. Karya Gibran sebenarnya mencerminkan keprihatinnya terhadap kota Jakarta. “Sekarang, space untuk ruang-ruang publik di Jakarta semakin berkurang, apalagi untuk anak-anak. Jadi anak kecil kekurangan ruang bermain di luar, lebih sering main di dalam rumah. Nah, karya gue ini, seperti judulnya “Go Outside & Play”, mau membawa message untuk mengajak lagi terutama anak-anak untuk main di luar” Ungkap Gibran “Berjuang, Anak Bangsa!” - Rachel Dewi Merupakan pemenang Wanita Pertama Kontes Chrome Open Spaces . Karyanya ini terinspirasi dari jiwa nasionalisme Rachel yang percaya akan pentingnya pendidikan dan penanaman cinta tanah air bagi anak-anak indonesia sebagai senjata perjuangan untuk terus memajukan bangsa indonesia di masa depan. “Pada realitanya, tidak semua anak di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pendidikan secara cukup. Dibalik itu, ada juga anak-anak yang mendapatkan pendidikan cukup, namun apatis akan keadaan bangsa. Atas keprihatinan inilah saya terinspirasi untuk membuat karya ini,” jelas Rachel. Adapun karya 3 pria yang menjadi pemenang Chrome Open Spaces dilukis pada tembok yang telah disediakan di lokasi yang berbeda; Metro Futsal Pondok Indah – Jakarta, Kiara Condong – Bandung dan Flyover Roxy – Jakarta. Secara tidak langsung, selain bermanfaat bagi para pemenang Chrome Open Spaces juga turut membawa pesan-pesan baik yang terkandung pada karya-karya tersebut yang dibawa ke ruang publik. Untuk melihat kelima pemenang lainnya dapat mengklik www.openspaces.co.id Foto: Dokumentasi Google Indonesia