Kekuatan Cinta Sejati Habibie dan Ainun

22-12-2012 11:12:05 By Egon Saputra
img

“Mengapa langit warnanya biru?” Kata seorang perempuan yang berperan sebagai Ainun remaja dalam film Habibie dan Ainun. Film yang rilis 20 Desember 2012 di seluruh bioskop Indonesia ini mendapat sorotan khusus dari para pecinta film Indonesia. Bagaimana tidak? Film yang diangkat dari sebuah buku best seller tahun 2011 karya Baharudin Jusuf Habibie (B.J. Habibie) salah satu mantan Presiden RI ke-3 ini memuat kisah hidup perjalanan dua insan yang tidak lain adalah perjalanan hidup Habibie dan (alm) Ainun yang saling mencintai, memiliki, menyayangi dan mengikrarkan janji suci sebagai sepasang suami istri hingga ajal menjemput. “Saya terlalu sedih kehilangan separuh jiwa saya. Mungkin banyak yang tidak tahu hampir seminggu setelah Ibu Ainun pergi, saya terbangun malam-malam dan saat itu saya menangis sembari mencari-cari dimana istri saya” Ujar pria yang mempunyai panggilan kecil ‘Rudi’ tersebut. Rudy Habibie adalah seorang arsitektur pesawat terbang yang punya mimpi besar yaitu berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat “truk terbang” untuk menyatukan Indonesia. Meskipun sempat diragukan kemampuannya, pada akhirnya beliau dapat mewujudkan impian tersebuat melalui kejeniusannya. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter spesialis anak yang sangat setia dan sabar dalam membina rumah tangga. Merasakan pahit manisnya kehidupan, tidak membuat cinta Habibie dan Ainun pupus di tengah jalan. Malah berbagai rintangan yang mereka terima membuat mahligai cinta mereka semakin kokoh. Kepergian Ainun dalam cerita ini, memberikan kepedihan yang sangat dalam bagi yang membaca atau pun menonton. Tidak ada yang bisa mempungkiri takdir sang Pencipta. Film yang bedurasi hampir 2 jam ini memberikan banyak inspirasi pada penontonnya mengenai arti sebuah kekuatan cinta sejati. Ini lebih dari sekedar romantisme cinta kasih di dunia nyata. Cerita yang sederhana dan menyentuh, setting tahun 50’an sampai era millenium yang disusun secara apik membuat film ini layak ditonton. Film ini dibintangi oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari, serta disutradarai oleh Faozan Rizal dan Hanung Bramantyo.