Piala Maya 2012 – Dari Dunia Maya Ke Aksi Nyata

13-12-2012 02:12:56 By Desca A. Yudha
img

Berawal dari sebuah gagasan untuk mengapresiasi karya film Indonesia yang berkualitas melalui social media. Kini akun twitter @FILM_Indonesia melakukan aksi nyatanya untuk memberikan apresiasi kepada para sineas Indonesia. Apresiasi tersebut diberikan melalui sebuah ajang penghargaan perfilman yang diberi nama Piala Maya. Menurut M. Hafiz Husni, Project Officer Piala Maya 2012, orang-orang yang aktif menyampaikan testimoninya kepada sineas Indonesia melalui @FILM_Indonesia, memiliki minat yang sama. Yaitu, sama-sama mengapresiasi karya-karya film Indonesia. Apresiasi film Indonesia melalui dunia maya itu, menurutnya memiliki beberapa kelebihan. “Melalui dunia maya, (testimoni) langsung bisa terdeteksi, nyata, spontan dan langsung dari penonton”, kata Hafiz di konferensi pers dan pengumuman nominasi Piala Maya 2012, di SAE Institute, FX Jakarta, Kamis (6/12). Akun @FILM_Indonesia, sudah aktif menjadi media penyampai testimoni para penonton film-film Indonesia, sejak 26 Desember 2009. Nominasi Piala Maya 2012 Ajang penghargaan Piala Maya kali pertama ini, diselenggarakan secara mandiri. “Kita engga mau saingan dengan piala-piala lain. Kita adalah ajang penghargaan yang tidak terikat afiliasi”, ujar Dr. Daniel Irawan, Ketua Komite Juri Piala Maya 2012. Berbeda dengan ajang penghargaan perfilman yang sudah ada di Indonesia, Piala Maya memberikan apresiasi kepada sineas Indonesia dari sudut pandang para pencinta film. Sehingga ajang ini, bisa benar-benar menjadi media penyampai apresiasi para penonton kepada sineas. Sistem penilaiannya pun tidak asal. 100 juri yang terlibat dalam menyeleksi film-film Indonesia itu, memiliki sisi kepenilaian dari bidangnya masing-masing. Para juri ini terdiri dari sineas, jurnalis film, aktor, desainer, blogger dan lain-lain. “Tidak hanya orang-orang yang punya bisnis terhadap film Indonesia. Tapi (komite juri) orang-orang loyal yang datang ke bioskop, dan membeli tiket”, tambah sang dokter yang memiliki minat terhadap perfilman Indonesia itu. Total ada 27 nominasi dalam ajang Piala Maya 2012. Dari 87 film yang diseleksi komite juri, ada 41 judul film yang lulus seleksi, dan disebar ke dalam 27 nominasi. Namun yang menarik, ada beberapa nominasi di Piala Maya yang sebelumnya luput dari ajang serupa. Misalnya, nominasi untuk penata kostum terpilih, penata rias wajah dan rambut terpilih, penata efek terpilih, dan desain poster terpilih. Apresiasi tersebut diberikan kepada para profesional yang terlibat dalam sebuah kru film. Mengingat peran mereka juga menjadi bagian penting dalam pembuatan sebuah film. Piala Maya 2012, menjadi media alternatif untuk mengapresiasi karya sineas Indonesia yang berkualitas. Melalui semangat bangga Indonesia, ajang penghargaan dunia perfilman ini, mengajak masyarakat pencinta film Indonesia untuk optimis. Agar film Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan bahkan dapat diapresiasi di dunia internasional. *Seluruh nominasi Piala Maya 2012, bisa dilihat secara lengkap di www.officialfilmindonesia.com