DWP 2012: DJ Internasional ‘Memuaskan’ Dance Scene Jakarta

11-12-2012 05:12:46 By Egon Saputra
img

Mengangkat tema yang kuat sesuai dengan gaya hidup kaum urban: Escape, Celebrate, and Dance Djakarta Warehouse Project (DWP) kembali digelar untuk ke empat kalinya. DWP merupakan Festival Music Dance terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Ismaya Live, 7 Desember 2012 di Istora Senayan. Perhelatan ini merupakan bagian komitmen Djarum Super Mild untuk mendukung program musik khusunya genre electronic dance music yang telah menjadi bagian penting dari gaya hidup kaum urban di kota besar maupun di dunia, termasuk Indonesia. Selain karena tren, genre musik yang satu ini juga memiliki komunitas tersendiri yang hidup dan berkembang pesat di tanah air. Seperti yang dilansir dalam berita pers, sebuah artikel di Hufington Post yang pernah ditulis oleh pengamat musik Danny Feinstein dan Colin Ramsay bisa jadi acuan tersendiri tentang perkembangan dance music di dunia. Dalam artikelnya, Feinstein menuliskan soal istilah “Electronic Cash Kings” yang sedang dinobatkan untuk para DJ produktif dunia seperti Tiesto asal Belanda dan Avicii asal Swedia yang mampu berpenghasilan jutaan dolar dari hanya manggung di berbagai tempat. Menurut laporan dari Summer Music International (IMS) Consumer Report 2012, sebuah lembaga musik terpercaya di Amerika Serikat, electronic dance music termasuk dalam genre musik utama yang punya pertumbuhan tercepat di wilayah Amerika Serikat. Sebagai ajang festival dance music internasional terbesar di Indonesia, Djarum Super Mild Djakarta Warehouse Project 2012 menghadirkan tiga panggung besar (N-E-O-N Jungle, MLD Spot dan Heineken Cosmic Station) yang menampilkan 12 DJ internasional dan penampilan pool dancer dari negara Jepang yaitu Cyberjapan serta 14 DJ lokal dan beberapa VJ (Visual Jockey). Ini bisa dibilang ajang pembuktian tersendiri untuk menunjukkan talenta dan prestasi bagi DJ lokal untuk tampil sejajar dengan DJ internasional. Nama-nama internasional yang berhasil memuaskan para kaum urban dengan racikan musik dance yaitu AVICII, Calvin Harris, Paul Van Dyk, Markus Schulz, A-Trak Porter Robinson, Brodinski, Gesaffelstein, Late Night Alumni, Nina Kraviz, Knife Party dan Angger Dimas. Sedangkan barisan lokal hadir nama-nama yang sudah menghiasi party-party ibukota seperti DJ Dipha Barus, Dj Winky, Soul Menance Soundsystem (Cream & P Double), Massive Kontrol dan masih banyak lagi. DWP-Kolase Sekitar pukul 18:00 WIB gate dibuka, para DJ lokal pun mulai mencoba menaikkan tensi para penonton. Meskipun sempat diguyur hujan saat DJ Angger Dimas tampil pada dini hari (8/12), namun tidak menyurutkan gairah berdansa para party goers yang didominasi wanita-wanita seksi. Kesan seksi juga ditunjukkan dari sebuah grup dancer asal Jepang, Cyberjapan. Grup tari dari Tokyo ini memang terkenal secara internasional karena kemampuan pole dancing, sex appeal dan menghidupkan suasana party. Dengan kostum kabaret yang beragam nan seksi, mereka menari-nari diatas sebuah panggung kecil dengan sebuah tiang ditengahnya, seolah menantang penonton untuk tidak malu dalam berjoget. Para wanita cantik asal negeri Sakura ini berhasil menggoda para penonton melalui tarian serta suasana yang mereka ciptakan. Atmosfir semakin memanas ketika Calvin Harris, Avicii, Paul Van Dyk, dan Markus Schulz menghentak tanah Istora. Seolah ini lah bagian klimaks dari perayaan Djakarta Warehouse Project 2012. Tidak hanya menghadirkan deretan DJ ternama, DWP juga didukung dengan tata panggung yang memukau disertai permainan lighting dan visual menakjubkan yang disajikan oleh tiga VJ yaitu VJ Isha, Groovyl@nd dan Hipotizer. Sentuhan audio visual yang lain daripada yang sudah ada sebelumnya, membuat para penonton yang datang tercengang karena memanjakan mata serta telinga. Boleh dibilang ini adalah ajang dance music festival kelas internasional yang selaras dalam memadukan sound, tata lampu, serta permainan visual yang kreatif dan artistik untuk memanjakan para kaum urban yang selama ini menggilai musik dance. Photo: Egon Saputra