Restorasi Sungai Ciliwung Sebagai Ruang Publik Jakarta

06-12-2012 04:12:02 By Desca A. Yudha
img

Daerah aliran sungai Ciliwung bukan hanya berfungsi sebagai pengendali banjir di ibu kota saja, tapi juga menjadi ruang publik bagi warga kota Jakarta. Untuk mengembalikan Ciliwung sesuai dengan fungsinya, Kementrian Lingkungan Hidup menjalin kerja sama dengan pemerintah Korea Selatan, yang diwakili oleh Yoo Young Sook, untuk merestorasi sungai Ciliwung, pada Senin (3/12), di Masjid Istiqlal Jakarta. “Melalui restorasi Ciliwung ini, dapat menambah ruang publik bagi masyarakat kota Jakarta, sehingga (masyarakat) dapat menikmati lingkungan hidup yang lebih baik”, ujar Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, Menteri Lingkungan Hidup RI, seperti diberitakan pada siaran pers. Lebih lanjut lagi Balthasar berharap, program restorasi sungai Ciliwung ini, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah yang dilaluinya. Selain untuk mengendalikan banjir, sungai Ciliwung juga dapat berfungsi sebagai sistem ekologi, sarana edukasi, sosial dan budaya. Proyek restorasi ini dimulai di ruas sungai Ciliwung yang berada di kawasan Masjid Istiqlal. Proyek tersebut dinamai Demonstration Project Restorasi Sungai Ciliwung. Seperti dikutip dari kompas.com, program restorasi Ciliwung di kawasan Masjid Istiqlal berlangsung selama 3 tahun. Program ini mencakup pembangunan fasilitas pengolahan limbah domestik, pembangunan pusat pendidikan, dan penyediaan fasilitas ramah lingkungan. Instalasi pengolahan air limbah, akan dibangun di badan sungai. Sementara bagian atasnya akan digunakan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan. Dalam sambutannya, Balthasar juga mengatakan, bahwa program restorasi Ciliwung merupakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ini merupakan titik awal penyelamatan sungai Ciliwung, juga bagi sungai-sungai lainnya di Indonesia. Seluruh warga Jakarta tentunya mendambakan lingkungan yang asri dan sehat di sepanjang daerah aliran sungai Ciliwung. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan bantaran sungai yang membelah ibu kota, ini sebagai bagian dari ruang publik kota. Namun, program restorasi sungai Ciliwung ini tidak dapat berjalan dengan baik apabila tidak dilakukan secara berkesinambungan. Apalagi jika tidak didukung dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga keasrian sungai.