Gambaran Kebebasan Berekspresi Dalam Musik Jazz

30-11-2012 02:11:04 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Masih bertempat di pelataran parkir Kampus FEUI, Depok, puncak acara Jazz Goes To Campus kembali digelar pada tanggal 25 November 2012 dengan tema Freedom of Jazzpression. Terdapat beberapa perbedaan dari segi kelangsungan festival itu sendiri, mulai dari segi line-up artist, adanya Jazz Museum, sampai jumlah show area yang didirikan. Selain terdapat 3 stage yaitu Vitacimin stage, Mandiri stage, dan Jazzpression stage, terdapat pula Propaganda stage yang disponsori oleh DeMajors, yang memungkinkan para pengunjung untuk mnenikmati seluruh nuansa serta ambience dari berbagai ekspresi musik jazz, sesuai dengan tema yang diusung tahun ini. Tidak hanya dari artis nasional, The 35th Jazz Goes To Campus juga berhasil membawa beberapa nama internasional seperti Toninho Horta, Orange Pekoe, dan Martin Denev. Begitu  memasuki area venue, penonton akan bertemu dengan Vitacimin Stage yang nuansa musik jazz nya mudah dimengerti dan ringan untuk kuping penonton. Di Stage ini bermain legenda-legenda musik Jazz Indonesia seperti Idang Rasjidi dan Fariz RM. Stage ini juga diwarnai oleh permainan artis muda seperti Bubugiri, R2RYTHM, Indonesian Youth Regenaration, dan ditutup dengan manis oleh penampilan dari Tulus. Menjadi warna tersendiri dari stage ini adalah permainan electro jazz dari Martin Denev Jazza Wacka, yang didalamnya adalah kolaborasi Martin Denev dengan musisi Indonesia yaitu Matthew Sayerz, Bertha, dan Demas Narawangsa. Berbelok sedikit ke area Selasar FEUI, penonton akan bertemu dengan Propaganda Stage yang merupakan kerjasama JGTC dengan De Majors. Di Stage ini ditampilkan artis-artis dari De Majors Lable, diantaranya adalah Monita Tahalea, Bonita and The Hus Band, Ginda And The White Flowers, dan masih banyak lagi. Suasana stage yang intim dan dihiasi dengan tata cahaya yang dinamis membuat Propaganda Stage tempat yang tepat untuk penonton yang mencari suasana yang lebih private di Jazz Goes To Campus ini sambil menikmati musik yang tak kalah indah. Mandiri Stage adalah Stage yang membawakan varian yang sangat unik dari musik Jazz; dari mainstream jazz, ethnic jazz, sampai Brazilian jazz yang dibawakan oleh legenda Internasional: Toninho Horta. Sebagai sebuah kejutan, Horta berkolaborasi dengan artis internasional lain yaitu Kazuma Fujimoto dari Orange Pekoe. Musik etnik dari KunoKini yang kental diwarnai dengan nuansa hip-hop dan reggae beriringan dengan jazz menjadi warna yang sangat unik untuk Mandiri Stage, begitu juga dengan Benny Likumahuwa Jazz Connection yang tahun ini memamerkan berbagai alat tiup dalam komposisinya. Penutup dari Barry Likumahuwa Project adalah momen puncak dari stage ini.Teriakan dan nyanyian penonton menggambarkan semangat penikmat musik jazz di Jazz Goes To Campus. Jazzpression Stage adalah stage yang bisa dikatakan paling megah di Jazz Goes To Campus ke-35 ini dari segi size, ornamen, dan penampil. Salah satu highlight di awal penampilan di Jazzpression Stage adalah ketika Ari Pramundito menarik salah satu penonton untuk bernyanyi bersama diatas panggung. Kemudian penampilan dari Funky Thumb, sebuah band yang diprakarsai oleh salah satu pelopor Jazz Indonesia Yance Manusama, yang berkolaborasi dengan Tompi dan Simon Marantika dalam penampilannya. Disusul dengan special project “Indonesia Longplay Extended Project” dengan Music Director Indra Perkasa, yang membawakan remake dari beberapa lagu Indonesia lama. Tiga performer terakhir di stage ini adalah Tompi, Orange Pekoe, dan The Groove. Tompi membawakan konsep yang fresh, dengan kolaborasi dengan seorang pianis cilik (Joey) dan salah satu musisi jazz kawakan Tjut Nyak Deviana. Penampilan dari Orange Pekoe juga mendapat banyak antusiasme dari penonton.Penutup dari The Groove yang sarat dengan suasana mengenang The Groove di masakala, berhasil menarik hati penonton untuk menyanyi bersama dalam menutup The 35th Jazz Goes To Campus. Freedom of Jazzpression. Gambaran kebebasan berkespresi dalam musik jazz. Itulah The 35th Jazz Goes To Campus! Photos by: Panji Caraka Djani & Ramadhan Putera Djaffri