Pentas Teater: Nyonya-nyonya Istana

02-11-2012 01:11:59 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Sering kita mendengar pernyataan: di belakang pemimpin kuat, ada perempuan hebat. Pentas INDONESIA KITA edisi ke empat di tahun 2012 ini mengangkat tema perempuan-perempuan yang begitu menentukan dalam penyelenggaraan pemerintahan, yang dikemas dengan gaya “stamboel humor”, memadukan fragmen komedi, tari dan musik disko dangdut. Lakon Nyonya-nyonya Istana akan menjadi tontonan yang mengocok perut sepanjang pertunjukan, karena didukung oleh para komedian seperti Cak Lontong, Marwoto, Susilo Nugroho, Yu Ningsih, dan Trio GAM (Gareng, Joned dan Wisben) yang berperan sebagai Anggota Kabinet Indonesia bersatu Jilid Terakhir. Inilah kabinet yang menandai akhir masa jabatan Bapak Pemimpin Istana, yang secara konstitusi tidak bisa mencalonkan diri lagi. Lalu muncul isu: betapa Bapak Pemimpin Istana sedang menyiapkan Putra Mahkota sebagai penggantinya. Beredar kabar juga kalau Nyonya Istana ingin maju menjalonkan diri. Di tengah berbagai isu itulah, nyonya-nyonya di lingkungan Istana, yang diperankan para sosialita Jakarta, mulai kasak-kusuk. Juga suami-suami mereka, para anggota kabinet, yang berambisi menggantikan posisi Bapak Pemimpin Istana. Situasi penuh intrik dan ambisi itulah yang menjadi latar cerita “Nyonya-nyonya Istana” yang akan dipentaskan 16-17 November 2012 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Pementasan ini akan makin meriah dengan kehadiran para sosialita yang akan menunjukkan kepiawaiannya di atas panggung, seperti Jais Darga, Vivi Yip, Cicilia King, F Nadira, Amie Ardini, Flora Simatupang. Juga didukung oleh Budiono Darsono, Dibyo Primus, Merlyn Sofyan dan tak ketinggalan: Butet Kartaredjasa. Pentas kali ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Menurut penulis cerita Agus Noor, kisah “Nyonya-nyonya Istana”, pada satu sisi merupakan gambaran, betapa perempuan banyak menentukan. Ada adegan, dimana keputusan-keputusan penting justru tidak dihasilkan dalam sidang kabinet, tapi di arisan para nyonya. Tapi pada sisi lain, kita juga melihat betapa lemahnya seorang pemimpin, yang sering tak ada justru disaat-saat penting. Kepempinan berlangsung secara in absensia. Ketika terjadi masalah, para pemimpin di lingkungan istana itu justru bernyanyi dan menari dangdutan. Banyak adegan yang akan mengocok perut, sekaligus membuat kita tersenyum getir. Di tahun 2012 ini program INDONESIA KITA sudah mementaskan tiga lakon sebelumnya, yakni Jogjabroadway, “Apel, I’m in Love”, “Kabayan Jadi Presiden” dan “Maling Kondang”. Lakon “Nyonya-nyonya Istana” akan menjadi lakon yang menutup tahun 2012 ini. Semoga saja, di tahun mendatang program INDONESIA KITA ini terus terwujud, sebagai sebuah upaya untuk selalu terus merefleksikan berbagai persoalan bangsa, agar kita selalu punya harapan akan Indonesia yang makin baik,” ujar Butet Kartaredjasa, penggagas program INDONESIA KITA. Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara “INDONESIA KITA”, silahkan mrnghubungi: TAMAN ISMAIL MARZUKI Katja #08128887545 Email : pkj_tim@cbn.net.id INDONESIA KITA Erza #081399165423 Email : erza.minatullah@gmail.com Twitter: @InfoKAYAN Facebook: Kayan Production Pin BB: 2171DB4D. Email: panggungindonesiakita@gmail.com