Pameran Hasil Lomba Foto Indonesia 2012 : Potret Kekayaan Indonesia

26-10-2012 11:10:02 By Desca A. Yudha
img

Begitu eloknya negeri ini. Itulah kesan pertama yang muncul ketika memasuki area Pameran Hasil Lomba Foto Indonesia 2012. Sejumlah 180 karya foto yang mengabadikan kekayaan alam, seni dan budaya Indonesia, itu terpajang dengan apik pada dinding partisi kayu berwarna gelap, dengan sorotan cahaya lampu yang lembut. Di dinding partisi bagian depan yang langsung berhadapan dengan pintu masuk menuju Alun-Alun Grand Indonesia, tampak sebuah foto yang menangkap gambar tiga orang anak SD berpakaian seragam lengkap, sedang memberi hormat kepada patung para pahlawan revolusi, di Lubang Buaya, Jakarta. Foto itu meraih juara 1 untuk kategori pelajar. “Ada 3 kategori (lomba foto Indonesia 2012), umum, mahasiswa dan pelajar”, jelas Otis, dari 7evennotes, sebagai rekanan penyelenggara Pameran Hasil Lomba Foto Indonesia 2012. Pameran foto ini merupakan sebuah program rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pengumuman pemenang lomba sudah dilakukan pada tanggal 17 Agustus yang lalu, bertepatan dengan HUT RI ke-67. Seperti sambutan Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, yang ditulis di katalog Pameran Hasil Lomba Foto 2012, pameran ini bertujuan untuk memperbanyak dokumentasi kekayaan alam, seni, dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia dalam konteks kekinian guna mendorong serta menyemangati masyarakat agar mengenal lebih dalam kekayaan tanah air kita. Menurut Otis, pameran foto ini juga bertujuan mengajak fotografer asing dan lokal agar mau menjelajah keaneka ragaman alam dan kebudayaan di Indonesia. “Tentunya mendongkrak pariwisata Indonesia”, tambahnya. Berdasarkan keterangan dari pihak penyelenggara, dari sekitar 6000-an peserta yang mengirimkan karyanya, hanya 180 karya saja yang dipamerkan. Dari 180 karya itu, dipilih 5 pemenang untuk masing-masing kategori. Karya-karya foto yang ditampilkan di Pameran Hasil Lomba Foto Indonesia kali ketiga, ini mengambil tema “Cinta Indonesia Dari Mata Ke Hati”, yang diinterpretasikan oleh para peserta melalui gambaran keaneka ragaman kekayaan alam, upacara adat, kebudayaan, dan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia. Misalnya keindahan panorama gunung Bromo, Candi Borobudur, pantai di Papua, Komodo dan lain-lain. Sedangkan beberapa upacara adat dan tradisi yang tertangkap kamera para peserta seperti, upacara selametan di Yogya, mepeed (semacam adat selametan) di Bali, balapan sapi (pacu jawi) di Sumatera Barat dan Lompat batu (hombo batu) di Sumetra Utara. Sementara keunikan dan keserdehanaan pasar terapung di Banjarmasin dan pedagang bumbu masak di Sumatera Barat, juga tidak luput dari bidikan kamera para peserta lomba. Sekilas sukar membedakan mana foto karya milik pelajar, mahasiswa dan umum. Namun, jika dilihat secara seksama, karya dari kategori mahasiswa dan umum memiliki tema yang lebih terkonsep, dan menggunakan teknik fotografi yang mumpuni. Misalnya, karya foto “Gigik Ikua” milik Zulkifli. Foto yang menggambarkan seorang pria yang mengendarai dua ekor sapi, itu menangkap momen yang pas. Yaitu saat si pengendara sapi sedang menggigit ekor sapi. Dari berbagai karya yang menampilkan balapan sapi, hanya karya miliknya yang dapat menangkap momen tersebut. Sedangkan teknik fotografi lainnya, diperlihatkan oleh foto karya I Gede Putu Agus Sunantara berjudul “High Risk Motion di Pantai”. Karyanya itu, menggambarkan panorama pesisir pantai, di mana batu karang tepat terhempas air ombak. Efek air ombak yang terlihat begitu halus, bagaikan melihat awan. Pameran Hasil Lomba Foto Indonesia 2012, dihelat di Alun-Alun, Grand Indonesia, dan Promenade LG Terra, Central Park, Jakarta. Pameran foto ini berlangsung dari tanggal 22-28 Oktober 2012. Photos: nationalgeographic.co.id, travelplusindonesia