Chrome Open Spaces – Proyek Terbaru Google Indonesia Yang Mendukung Seniman Jalanan

25-10-2012 02:10:29 By Desca A. Yudha
img

Google secara resmi meluncurkan proyek terbarunya, “Chrome Open Spaces”, pada hari selasa (23/10) lalu, di kawasan Epicentrum Walk. Proyek ini akan membantu mewujudkan karya para penggiat street art (seniman jalanan) untuk diaplikasikan di tembok-tembok kota Jakarta dan Bandung. “Street art (seni jalanan) adalah kreasi yang ada di ruang publik, yang bisa membuat suatu lingkungan menjadi lebih baik dan mempunyai lebih banyak karakter”, ujar Sadi, Project Manager Chrome Open Spaces. Berawal dari kota New York di tahun 1980-an, kini street art sudah menyebar di berbagai kota di Indonesia, melalui komunitas-komunitas yang dinisiasi oleh kaum muda. Melihat jumlah komunitas street art yang semakin bertambah di Indonesia, menginspirasi Google Indonesia untuk mendukung karya komunitas street art di negeri ini. “Banyak anak-anak muda sangat kreatif, tapi belum ada wadah, di mana art mereka bisa bertemu dengan wide audience”, kata Krishna Zulkarnain, Country Marketing Manager Google Indonesia. Open Spaces, sesuai dengan terjemahannya, ruang terbuka, menjadi sebuah media baru bagi seniman street art untuk mengkreasikan kreatifitas mereka secara nyata di ruang publik. Aplikasi web terbaru besutan Google Indonesia, ini memungkinkan seniman street art dan siapa pun yang memiliki passion di bidang visual arts untuk membuat karyanya secara online. “Sangat mudah, benar-benar bisa dilakukan semua orang, tidak perlu keahlian khusus”, jelas Sadi kepada tamu undangan dan media. Ia juga menambahkan, bahwa hasil karya yang dibuat melalui aplikasi Open Spaces sama seperti aslinya. Misalnya ketika menggunakan fitur kuas, maka hasilnya sama seperti melakukan teknik kuas di tembok. Para kreator atau seniman street art yang telah membuat karyanya melalui Open Spaces, selanjutnya akan memasuki tahap seleksi dan kurasi di dunia maya. Hasil kurasi itu, kemudian dipamerkan dalam sebuah galeri online, dan akan memasuki proses voting dari para pengunjung situs Open Spaces. Melalui bantuan juri yang terdiri dari, Darbotz (penggiat street art), Farah Wardhani (kurator) dan David Bayu (musisi dan seniman visual), akan terpilih 9 pemenang yang karyanya akan diwujudkan di 9 tembok kota Jakarta dan Bandung. Misalnya di McDonalds Kemang (Jakarta), salah satu gedung di Jl. Ir. Djuanda (Bandung) dan 7 tembok lainnya yang berada di kedua kota tersebut. Bagi kamu yang berminat untuk mengikuti kompetisi yang diselenggrakan oleh Google ini, bisa langsung membuat karya di situs openspaces.co.id untuk proses pengumpulan dan penilaian karya seni, sampai bulan Desember 2012. Jangan khawatir mengenai legalitas dari acara ini, karena pihak Google Indonesia sudah memproses seluruh perizinan yang dibutuhkan. Jadi tanpa perlu repot dikejar-kejar oleh pihak yang berwajib, kamu bisa membuat karya dengan santai di rumah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan yang berlaku, silahkan mengakses situs www.openspaces.co.id