Gelora Blues Berjiwa Muda di Jakarta Blues Festival 2012

17-10-2012 12:10:15 By Desca A. Yudha
img

Perhelatan Jakarta Blues Festival 2012 yang digelar di Tenis Indoor Senayan pada hari Sabtu (13/10) lalu, menampilkan permainan musik blues yang segar dari para musisi muda berbakat, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Pihak Inablues selaku inisiator komunitas blues di Indonesia, dan sekaligus menjadi pihak penyelenggara festival musik blues tahunan terbesar se-Asia Tenggara, ini memiliki ambisi untuk lebih mengenalkan blues kepada anak muda. “Blues akar dari segala musik. Kita mau anak muda belajar (musik) dari akarnya”, ujar Frans, salah satu Pembina Inablues. Terbukti dari sejumlah daftar musisi yang ikut memeriahkan Jakarta Blues Festival 2012, nama-nama musisi muda terlihat mendominasi. Meskipun tidak semua musisi muda Indonesia, itu mengusung genre blues, namun mereka menginterpretasikan blues dengan sentuhan yang berbeda seperti, rock, funk, soul dan lain-lain. Dari dalam negeri, The Brandals, memberikan sentuhan musik blues dengan rock n roll di atas red stage. Band asal Bandung yang digawangi oleh Anash bersaudara ini, juga tampil membawakan sebuah permainan musik blues dengan sedikit sentuhan soul, saat berkolaborasi dengan penyanyi wanita, Kartika. Sementara di panggung yang berbeda, penyanyi wanita berbakat Indonesia, Jemima, menampilkan sisi blues dengan warna musik soul. Wanita yang memiliki suara vokal berat dan berpenampilan anggun, ini membawakan lagu-lagu dari albumnya seperti, “Homegrown” dan menyanyikan sebuah lagu dari penyanyi soul idolanya, Etta James. Ginda and The White Flowers, tampil dengan enerjik membawakan permainan musik blues dengan sentuhan funk yang menghentak. Berkali-kali penonton dibuat kagum dengan suara vokal dan permainan solo sang gitaris, Ginda. Sajian musik blues dengan sentuhan rock dimainkan oleh band Free On Saturday (FOS) yang digawangi oleh musisi, Ariyo Wahab. Band yang ketiga personilnya berambut gondrong dan berpenampilan ala rock star, itu membuat suasana minggu malam begitu meriah. Berbeda dengan FOS sebuah band lokal yang memiliki sentuhan musik etnik, TOR, membawakan musik blues yang cenderung eksploratif. Aksi sang vokalis, sekaligus gitaris, Warman Nasution, saat memainkan gitar listrik dengan cara menekan-nekan di atas pangkuannya, membuat penonton tercengang. Selain itu beberapa nama band lokal lainnya seperti, Gugun Blues Shelter, Stereocase, Baim Trio, NAIF dan Kotak, ikut meramaikan minggu malam di Jakarta dengan permainan musik mereka yang berkualitas. Dari mancanegara, nama Davy Knowles menjadi satu-satunya musisi blues termuda di festival musik blues tahunan yang menginjak tahun ke-5 ini. Pria berusia 24 tahun kelahiran Inggris, ini tampil di panggung utama bersama band pengiringnya, masing-masing pada drum dan bass. Davy yang terlihat mengenakan kaus bermotif garis horizontal, celana jeans dan sepatu sneakers, itu membawakan sajian musik blues yang segar. Suara vokalnya yang berat dan permaianan melodi gitar listrik yang atraktif, menarik perhatian penonton. Meskipun suasana panggung utama saat itu tidak ramai dengan penonton, tapi musisi muda yang terpilih sebagai “Gibson Guitar Top 10 Guitarist 2012”, ini mendapat sambutan yang cukup meriah dari para penonton. “You have a very beautiful country”, katanya, saat jeda lagu ketiga. Selain menampilkan bakat dari musisi muda, Jakarta Blues Festival 2012 juga tetap menampilkan sisi blues yang klasik dari musisi senior internasional seperti, Guy Davis, Bill Sims Jr. dan Jan Akerman. Photos: Egon Saputra