Park(ing) Day – Aksi Menuntut Kembali Ruang Publik Yang Hilang

25-09-2012 11:09:40 By Desca A. Yudha
img

Jumat (21/09), kota Jakarta ikut berpartisipasi dengan kota-kota di dunia dalam gerakan yang diberi nama Park(ing) Day, untuk mengklaim kembali ruang publik yang digunakan sebagai lahan parkir. Selama berlangsungnya kampanye tersebut, lahan parkir di depan Kedai Tempo di jalan Utan Kayu No. 68h dan areal parkir di depan Kemang 89, berubah menjadi taman buatan yang memfasilitasi masyarakat untuk beraktifitas dan saling berinteraksi. Adalah Green Radio yang berada di kawasan Komunitas Utan Kayu, melakukan kerja sama dengan penggagas Park(ing) Day di Indonesia, ITDP (Institute for Transportation and Development Policy) untuk merubah areal lahan parkir sekitarnya menjadi sebuah taman yang dilengkapi dengan bangku, meja dan meja ping-pong mini. Sementara komunitas-komunitas kreatif seperti Belajar Desain (BD), Indonesia Berkebun, Kopi Keliling, dan Volume Factory memilih ikut meramaikan kampanye Park(ing) Day dengan mengadakan diskusi seputar seni dan kreatifitas, pameran mini, cooking on the spot, sambil ngopi-ngopi di area parkir Kemang 89. Untuk tahun ini acara Park(ing) Day mengambil tema “Reclaim Your City - Elevating and Celebrating Public Space”, yang mengajak warga kota secara serentak mengklaim kembali ruang publik yang hilang. Menurut ITDP Deputy Director and Environmental Program Director, Indira Kusuma Dewi kepada Jakarta Post, “Melalui kampanye ini, kami berharap warga kota akan menyadari jika lahan parkiran (di pinggir jalan) bisa menganggu (fungsi) ruang publik seperti trotoar, (dan) mengurangi jumlah ruang publik”. Sementara Sigit Kusumawijaya, pendiri komunitas Belajar Desain dan penggagas Park(ing) Day Kemang 89, menambahkan bahwa penyediaan ruang terbuka bertujuan untuk meningkatkan gaya hidup yang sehat bagi masyarakat Jakarta, seperti dikutip dari tempo.co. Kampanye Park(ing) Day merupakan sebuah acara tahunan yang dilakukan oleh warga kota dunia setiap hari Jumat ketiga dibulan September, untuk serempak merubah lahan parkir menjadi ruang publik. Pertama kali gerakan mendunia ini diinisiasi oleh Rebar, sebuah studio desain di San Francisco pada tahun 2005. (Sumber : Jakarta Post, tempo.co, Indonesiakreatif.net, itdp-indonesia.org, kopikeliling.com)