Liputan: Empu Pianis Indonesia dalam 25 tahun GKJ “Festival Schouwburg X”

25-09-2012 11:09:05 By Egon Saputra
img

Tidak terasa sudah 25 tahun Gedung Kesenian Jakarta berdiri dan berusaha memberikan yang terbaik bagi para sahabat pecinta kesenian. Perjalanan 25 tahun merupakan perjalanan yang penuh tantangan dan inspirasi, sudah banyak seniman dan seniwati Indonesia yang terlahir dari gedung ini. Melalui Festival Schouwburg X 2012, Gedung Kesenian Jakarta ingin berbagi bersama para sahabat Gedung Kesenian Jakarta dengan mempersembahkan karya-karya dari tokoh seni dan budaya tradisi yang inspiratif dan melegenda. Salah satunya adalah persembahan karya sang maestro Pianis Indonesia, Iravati M. Sudiarso. Bersama anaknya, Aisha Sudiarso Pletscher, membentuk sebuah duo yang diberi nama Duo Sudiarso yang dibentuk tahun 1993. Pada tahun2008, Iravati M. Sudiarso menerima penghargaan MURI sebagai Empu Pianis Indonesia serta sebagai solis dalam pementasan-pementasan bertaraf internasional seperti Koninklijke Conservatory Symphony Orchestra dan masih banyak lagi. Dimulai ketika beliau diterima di Koninkklijk Conservatorium di Den Haag, Belanda, lalu menempa ilmu pada pianis-komponis Leon Orthel. Kemudian lulus pada tahun 1958 dengan penghargaan khusus untuk intrpretasi. Di tahun 1962, beliau mendapat beasiswa Fullbright dari pemerinta Amerika untuk study di Peabody Conservatory of Music, Baltimore, Maryland, USA, berguru pada Walter Hautzig (Vienna) dan Mieczylav Munz (Polandia). Di tahun berikutnya, beliau lulus dan menyandang gelar Bachelor of Music Degree dengan pengahargaan The Florence Solomon Memorial Award. Kemudian beliau terpilih untuk tampil sebagai pianis Asia pertama untuk menjadi solis bersama New York Philharmonic Orchestra dalam acara peresmian Lincoln Center for The Performing Arts. Beliau juga sempat aktif sebagai pemain tunggal maupun ansambel dan pengajar sekembalinya beliau ke Indonesia. Kepulangan itu membuatnya terpilih menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta yang kemudian diangkat sebagai Ketua pada tahun 1973-1981 dan 1986-1989. Penghargaan demi penghargaan telah beliau raih, salah satunya Cultural Award dari Kementerian Luar Negeri Jepang dan Japan Foundation di tahun 1979. Tak mau kalah dengan ibundanya, Aisha Sudiarso Pletscher berhasil lulus dari institusi tempat dimana beliau menimba ilmu. Aisha juga menerima beberapa penghargaan seperti Melissa Brool Beck Award serta The Russel Denison Memorial Award for Piano. Pada 23 September 2012 lalu, duo ini berhasil mencuri perhatian para pecinta seni dan budaya lewat penampilan mereka yang bertajuk Resital Piano ‘Aisha – Iravati Sudiarso Duo’ di Gedung Kesenian Jakarta dalam rangkaian acara 25 tahun GKJ – Festival Schouwburg X ‘The Legend’ yang dimulai pada tanggal 31 Agustus – 29 September 2012. Hampir dari 2 jam duo ini berhasil membius para penonton lewat permainan piano mereka. Dengan membawakan beberapa karya dari Wolfgang Amadeus Mozart, Sergei Rachmanioff, Witold Lutoslawski, serta Claude Debussy, mereka berkolaborasi dengan Jajang C Noer dan  Sardono W. Kusumo yang merupakan satu ikon seni tari kontemporer Indonesia.  Sungguh sebuah kolaborasi yang sangat ‘gila’ dan apik !