Rumah di Seribu Ombak

16-07-2012 04:07:08 By Egon Saputra
img

Kisah persahabatan dua anak laki-laki di Bali yang berbeda keyakinan. Dua anak ini berbeda agama, satu Islam dan satunya Hindu. Perbedaan keyakinan tidak menyurutkan langkah persahabatan mereka. Jakarta - Sosok Erwin Arnada selama ini mungkin lebih dikenal sebagai bos majalah Playboy. Kini untuk pertama kalinya Erwin menyutradarai sebuah film layar lebar berjudul 'Rumah di Seribu Ombak'. Bagi masyarakat luas, mungkin belum terlalu akrab dengan nama ini. Sebenarnya dia adalah produser dari beberapa film seperti Asmara dua Diana (2009), Jaelangkung 3 (2007), Jakarta Undercover (2006), Cinta silver (2005), Catatan akhir sekolah (2005), 30 hari mencari cinta (2004) dan Tusuk jelangkung (2003). Film berjudul "Rumah di Seribu Ombak" adalah film pertama yang disutradarai Erwin Arnada yang menggunakan Singaraja di Bali sebagai tempat pengambilan gambar. Pengambilan gambar tersebut tepatnya berada di pantai dimana para turis bisa melihat ikan lumba-lumba berenang di laut secara langsung. Erwin yang pernah berlibur menyepi di Singaraja tertarik pada kisah-kisah miris yang dialami banyak bocah di sana yang menjadi korban pelecehan seksual. Dari kisah-kisah yang dirisetnya sendiri inilah lahir cikal bakal novel ‘Rumah di Seribu Ombak’ yang ia selesaikan di Cipinang. https://www.youtube.com/watch?v=yIiYb6eAN78 Diangkat berdasarkan dari novel berjudul sama karya Erwin , Dalam cerita ‘Rumah di Seribu Ombak’, dua karakter sentral terletak pada Samihi (Risjad Aden dan Andre Julian), si bocah muslim yang bersahabat dengan Wayan Manik atau Yanik (Dedey Rusma dan Riman Jayadi) si bocah Hindu yang putus sekolah. Baik Samihi maupun Yanik adalah dua bocah yang memilikik trauma masa lalu yang cukup berat. Sebagai seorang bocah lugu, Yanik terjebak menjadi korban seorang fedopilia yang sudah merusak masa kanak-kanaknya. Tidak ada yang tahu masalah ini kecuali Samihi. Namun, Samihi justru menceritakan masalah ini kepada kepala desa. Tidak terima, Yanik memilih untuk pergi dari desa itu. Dan di situ keseruan cerita akan muncul. Melibatkan sejumlah nama beken seperti bli JRX, drumer Superman Is Dead, Risjad Aden, Bianca Oleen (sebagai Samihi kecil) dan Dedey Rusma (sebagai Yanik kecil), Andania Suri (sebagai Samihi dewasa) dan Riman Jayadi (sebagai Yanik dewasa) serta Lukman sardi. Kabarnya film ini akan diputar di biosko-bioskop Indonesia pada bulan Agustus 2012 mendatang, kita tunggu saja.