Pentas "Kabayan Jadi Presiden"

04-07-2012 01:07:40 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Di bulan Juli, tepatnya tanggal 13-15 Juli 2012, pertunjukan INDONESIA KITA kembali digelar. Kali ini tim kreatif Indonesia Kita dalam pementaskan lakon “Kabayan Jadi Presiden”  adalah Didi Petet, Aat Soeratin dan Harry Pochang. Pendukung pentas kali ini antara lain oleh Meriam Bellina, Tisna Sanjaya, Peggy Melati Sukma, Oni SOS, Budi Dalton & Karinding Attack dengan sutradara Didi Petet. Pentas ini juga didukung oleh kelompok Rumah Musik Harry Roesli. “Ini lakon komedi yang melihat secara kritis perihal kepemimpinan yang kehilangan ketauladanan,” ujar Butet Kartaredjasa, yang menjadi salah satu penggagas ide INDONESIA KITA bersama Agus Noor dan Djaduk Ferianto. Ketika perilaku politikus semakin sulit difahami. Ketika para pemimpin seperti sibuk dengan kepentingannya sendiri dan partainya, rakyat pun gelisah. Mereka sangat rindu pemimpin yang bisa mereka percayai. Dalam situasi seperti itu sosok Kabayan muncul. Ini menjadi semacam kerinduan rakyat pada sosok pemimpin yang benar-benar jujur dan bisa mereka percaya.  Rakyat ramai-ramai mengusung slogan: Kabayan for President. Partai politik pun berebut mengambil simpati rakyat dengan mengusung Kabayan. Karena ketika diadakan survey, nama Kabayan pun jauh mengungguli popularitas para calon presiden lainnya, bahkan lebih disukai dari pada incumbent. Apa yang kemudian terjadi, ketika akhirnya Kabayan Jadi Presiden? Inilah yang membuat menarik pertunjukan ini. Kabayan bukan sekadar tokoh yang lucu dan lugu. Kabayan bukan hanya menghadirkan kekonyolan. Kabayan sesungguhnya sebuah cara berfikir alternatif.  Itulah yang ingin dihadirkan Didi Petet dalam pementasan ini. Di kalangan anak-anak muda sekarang ini, banyak sekali interpretasi atas sosoknya. Karena ia dilihat bukan semata sebagai sosok yang dibutuhkan dunia hiburan, tetapi juga di tingkat gagasan. Sosoknya  bisa menjadi icon bagi “pemikiran alternatif, seperti Che Guevara. Ia bisa menjadi inspirasi perubahan melalui jalan kebudayaan. Pentas “Kabayan Jadi Presiden” akan digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta, Jum’at s/d Minggu, 13-15 Juli 2012, mulai pukul. 20.00 WIB. Bersamaan dengan pentas itu, akan diselengarakan pula Pasar Kuliner INDONESIA KITA yang menghadirkan aneka kuliner khas Sunda yang meliputi  Bandung, Bogor, Purwakarta sampai Karawang, Garut sampai Tasik, Sukabumi – Cianjur, Cirebon sampai Kuningan, hingga Banten, antara lain: Geco, Laksa Cibinong, Nasi Tutug Oncom, Nasi Pepes, Lotek, Nasi Timbel, Soto Sadang, Sate Maranggi, Nasi Jamblang, Nasi Liwet Sunda, Asinan, Batagor, Mih kocok, Yamin Bandung, Soto Bogor, Surabi Karawang, Empal Gentong, Nasi Lengko, Sate Bandeng, Ketan Bumbu/ Ulen Bakar, Batagor, Cuanki, Cireng, Cincau Ijo, Bir kocok, Asinan Bogor, Es Mangga, Bansus, Moci Sukabumi, dan Colenak. Indonesia Kita Erza #081399165423 Katja  Rachmiana #08128887545 (konfirmasi via sms) Email : pkj_tim@cbn.net.id Image Dynamics Trishi B. Setiayu – trishi@imagedynamics.co.id Ayunda #0812 200 1411 Hanum #0811 134 510 Email : media@imagedynamics.co.id