An Intimate Interview Session with Greta Yaxley

19-06-2012 02:06:49 By Desca A. Yudha
img

Memiliki passion yang besar dalam memasak, bukan hanya berhasil membawa Greta Yaxley meraih predikat Junior Master Chef Australia 2011, tapi juga menjadi inspirasi bagi anak-anak yang memiliki impian yang sama. Sabtu siang (16/9) yang terik itu, Greta terlihat begitu santai dengan busana casual-nya. Ditemani sang Ibu, Ia dengan ramah memulai sesi wawancara informal dengan rekan-rekan media. Kedatangannya ke Jakarta untuk kali pertamanya ini merupakan bagian dari rangkaian acara ulang tahun ke-3 Portico Terrace Bistro, dimana Ia akan melakukan demo masak dan berinteraksi langsung dengan para pengunjung. “Saya pernah beberapa kali mengunjungi Bali, tapi tidak begitu mengenal masakan Indonesia. Tapi saya ingin mencicipi masakan Indonesia sekarang”, jelas Greta saat ditanya mengenai pengetahuannya tentang masakan Indonesia. Walaupun di rumah sering memasak makanan Perancis dan Italia, tapi Greta mengaku makanan khas Thailand menjadi menu favoritnya dalam memasak saat ini. Greta memulai kecintaannya dalam memasak di usianya yang sangat muda. Kedua orang tuanya telah memperkenalkan dengan dunia memasak sejak Ia berusia 2 tahun. Saat itu Greta senang sekali membantu Ibunya membuat sweet food, dan juga membantu sang Ayah membuat Barbeque. “Baru sekitar usia 6-7 tahun, dia benar-benar bisa memasak untuk makan malam, seperti membuat simple pasta dan sebagainya”, jelas sang Ibu. Greta juga pernah membuat kue ulang tahun untuk keluarganya, dan yang paling diingatnya adalah ketika membuat sebuah wedding cake untuk paman dan bibinya. Setelah mengikuti kompetisi Junior Master Chef dan berhasil menjadi juara pertama, telah membuat gadis berusia 12 tahun ini memiliki impian yang besar dalam hidupnya. Kini Ia pun begitu dikenal di lingkungan rumah dan sekolahnya. “Banyak orang-orang yang mengenal saya, mereka memperhatikan dan menunjuk-nunjuk ke arah saya. Tapi itu hal yang keren.” jelasnya. Greta juga mengaku kini orang-orang menaruh ekspektasi yang lebih besar padanya, mengingat pengalamannya sebagai Junior Master Chef 2011. Layaknya seorang gadis remaja, selain memasak Greta juga senang pergi bersama teman-temannya, berbelanja dan melakukan olahraga gymnastic. Namun Ia mengaku tidak ada kegiatan yang lebih dicintainya selain memasak. Saat ini ditengah kesibukannya belajar di Sekolah, Greta sedang mengumpulkan ide untuk membuat buku masakannya yang pertama. Ia pun bercita-cita untuk membuka open dining restaurant miliknya sendiri.”Saya akan jalan-jalan ke luar negeri untuk mencicipi berbagai macam makanan disana, dan membawa (resepnya) ke Restoran”, jelas Greta mengenai impiannya itu. Lalu saat ditanya mengenai apa yang akan dilakukannya dengan uang 15.000 $ Australia dari kompetisi memasak itu Greta menjawab dengan polos, “Hmm… Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. It’s a bit crazy. Tapi mungkin akan saya gunakan untuk travelling ke berbagai negara”. Terakhir Greta pun memberikan pesan singkat kepada seluruh anak-anak seusianya yang memiliki passion yang sama dalam memasak, “Kalian harus berani untuk mencoba”, tegasnya. Sulit dipercaya rasanya, melihat aksi gadis 12 tahun ini bisa memasak dengan tingkat kesulitan layaknya seorang Chef profesional. Greta sungguh bisa menginspirasi kita dan anak-anak seusianya untuk hidup melakukan hal apapun yang dicintai. Sekali lagi, selamat untuk Greta! Jangan lupa untuk memasukan resep masakan Indonesia dalam buku pertamanya ya… Photo by Egon Saputra