Apel, I’m In Love – Keliaran Imajinasi Ala Jogja Broadway Theater

30-05-2012 02:05:44 By Desca A. Yudha
img

Apel, I’m In Love – Keliaran Imajinasi Ala Jogja Broadway Theater  Dunia dongeng merupakan dunia yang penuh dengan imajinasi. Melaui Apel I’m In Love, kita diajak untuk masuk ke dalam dunia imajinasi yang diolah dengan nuansa etnis Jawa ala Jogja Broadway Theater.  Ya, lakon Apel I’m In Love menjadi rangkaian pertunjukan Indonesia Kita yang pertama di tahun 2012, dan diselenggarakan selama dua hari Sabtu – Minggu, 26 – 27 Mei 2012 di Graha Bhakti Budaya. Lakon ini mengisahkan sebuah negeri dongeng yang di dalamnya hidup seorang Putri Apel bersama hewan-hewan dan benda-benda mati yang menjadi hidup di malam hari. Karena sifat Putri Apel yang periang dan baik hati, membuat orang-orang jatuh cinta padanya. Realitas sosial orang-orang yang jatuh cinta padanya ini kemudian menjadi benang merah dalam dongeng ini. Setting panggung bak negeri dongeng, kostum panggung yang dirancang dari perkakas sehari-hari yang beberapa diantaranya dilengkapi lampu-lampu menyala, ditambah dengan musik, tarian dan tata artistik lainnya membangun sebuah panggung yang imajinatif. Semua elemen ini dikemas kedalam gaya Theater Broadway yang masih bercitarasa Jogja, yang kemudian mereka sebut sebagai Jogja Broadway Theater. Nuansa kota Jogja ini dihadirkan dengan setting panggung berupa pasar tradisional Jogja, Bering Harjo. Sedangkan Musik gamelan yang digabungkan kedalam musik modern khas Broadway juga menjadi salah satu penguat nuansa Jogja Broadway Theater. Pengemasan Jogja Broadway Theater yang dibawa oleh Indonesia Kita dalam lakon ini, dilakukan untuk memperlihatkan kepada masyarakat mengenai sisi seniman Jogja yang berbeda. “Jogja yang bukan stereotype seperti yang kita pahami, yang klasik, yang tradisional, yang lawasan”, tutur Butet Kartaredjasa usai pertunjukan kepada para media. Salah satu tim kreatif Apel I’m In Love ini juga menegaskan bahwa, keliaran imajinasi menjadi keyword sebagai pesan yang ingin disampaikan kepada para penonton. “Keliaran imajinasi itu sesungguhnya merupakan landasan para pendiri bangsa ini, ketika mereka membayangkan sebuah Indonesia. Tanpa kekuatan imajinasi, sebuah Indonesia tidak akan mungkin bisa kita dapatkan seperti hari ini”. Seperti pertunjukan Indonesia Kita lainnya di tahun lalu, kritik sosial dan politik juga kerap dilontarkan secara cerdas dan penuh kejenakaan oleh para tokohnya. Lakon ini juga diramaikan dengan bintang tamu Olga Lidya serta komedian Yogyakarta Gareng, Joned, Wisben dan Yu Ningsih.  Desca Ardhi Yudha Egon Saputra