Perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual terhadap Karya Industri Ekonomi Kreatif

27-05-2012 11:05:11 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Masalah mengenai pentingnya kesadaran HaKi (Hak atas Kekayaan Intelektual) di masyarakat kita menjadi perhatian khusus para pelaku industri kreatif maupun praktisi hukum saat ini. Hal ini dibahas secara lengkap dalam acara Talk Show The 9th JAMS (Justice, Art, Music, On Stage) dengan tema “Perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual terhadap Karya Industri Ekonomi Kreatif” yang bertempat di ruang Moot Court kampus Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada hari Rabu, 16 Mei 2012 lalu. Talk Show ini menghadirkan pembicara yang merupakan ahli dan praktisi yang kompeten di bidang HaKI seperti Prof. Agus Sardjono Guru Besar HaKI FHUI, Pendiri Saratoga Capital Sandiaga Uno, Pendiri Record Label ‘Demajors’ David Karto, Pimpinan Creative Commons Indonesia Ari Juliano Gema dan Founder Clothing Line Kle’ Kleting Titis Wigati yang juga turut diundang mengisi acara. Acara ini dihadiri sekitar 90 orang partisipan yang memenuhi ruangan. Menurut Prof. Agus, sebagian besar masyarakat kita tidak mengetahui pentingnya HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) karena sebagian besar masyarat Indonesia adalah Masyarakat Agraris, sedangkan HaKI hanya banyak diperjuangkan oleh Masyarakat Perdagangan yang sebagian besar tinggal di daerah perkotaan. Selain dilatarbelakangi oleh faktor demografi, minimnya kesadaran perlindungan HaKI juga disebabkan karena kekecewaan masyarat terhadap pelaksanaan pengaturan HaKI, menurut Ari. Hal ini juga diakui Kle yang memiliki pengalaman pribadi saat mendaftarkan merek nya ke Dirjen HaKI. Prof. Agus juga  menambahkan bahwa ada dua permasalahan lainnya yakni Regulasi dan Implementasi Regulasi tersebut. Sedangkan di bidang musik, David Karto menjelaskan bahwa dirinya telah menghimbau pentingnya perlindungan HaKI berulang kali kepada musisi yang bernaung di bawah label nya tetapi menuai hasil yang berbeda. “ Ada kalangan yang peduli untuk mendaftar, tetapi lebih banyak yang tidak peduli sama sekali,” ujar Karto. Atas permasalahan tersebut, Agus menekankan perlunya sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan HaKI kepada masyarakat. Agus juga menyarankan perlunya perbaikan kinerja dari penegak hukum dalam prosedur ataupun penindakan atas pelanggaran HaKI.