Merekahnya Senyum Anak Indonesia

01-05-2012 10:05:42 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Dimulai dari gagasan seorang anak muda yang ingin mengubah nasib anak-anak jalanan dan kurang mampu, tercetuslah Nationwide Social Event “One Step Ahead for Indonesia” sebagai wadah untuk menyalurkan idenya. Berbekal semangat juang yang tinggi, akhirnya panitia pun bekerjasama dengan Departemen Sosial sehubungan dengan Program Kesejahteraan Sosial Anak, dan juga Teach For Indonesia yang merupakan program pengajaran sosial Binus University sebagai perantara relasi antar keduanya. Setelah berhasil menyusun konsep mengajar dan mengumpulkan mahasiswa-mahasiswa se-Jakarta, dimulailah rangkaian kegiatan yang berlangsung di rumah-rumah singgah ini. Materi yang diajarkan adalah membaca, menulis dan berhitung dengan target anak dari usia 6-8 tahun. Dalam kenyataannya, panitia sering menjumpai ada juga anak usia SMP yang belum bisa membaca dan berhitung. Kesenjangan tingkat pengetahuan juga kita temukan dan hal inilah yang menantang kami untuk terus berjuang, mendidik dan menyetarakan. Dalam kegiatan pengajaran dari 5 April – 2 Mei ini, tidak hanya anak-anak jalanan yang mendapatkan pelajaran, namun para tutor pun mendapatkan berbagai pengalaman baru. Total peserta melampaui angka 450 (empat ratus lima puluh) anak dan tersebar di 15 spot rumah singgah se-Jakarta. Rumah-rumah singgah tersebut adalah Yayasan HIMMATA, Yayasan DILTS Foundation, Yayasan Akur Kurnia, Yayasan Kenari, Yayasan Pelita, Yayasan Kumala (Koja), Yayasan Kumala (Cilincing), Yayasan Pengembangan Ternak Terpadu (Rumah Singgah Binus), Yayasan Setia Kawan Raharja, Yayasan An Nur Muhiyam, Yayasan Bhakti Nurul Iman, Yayasan Uswatun Hasanah, Rumah Singgah Permata, Rumah Singgah Al Abror, dan Rumah Singgah Al Mukhlis. Sebanyak 122 (seratus dua puluh dua) mahasiswa yang bergabung sebagai tutor berasal dari Universitas Atmajaya, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Binus, Universitas Bunda Mulia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Mercu Buana, IBII, Monash University, Universitas Tarumanagara, PPM School of Management, dan Universitas Indonesia. Pengajaran dilangsungkan dua kali dalam seminggu di setiap spotnya. Dengan durasi 90-100 menit setiap pertemuannya, diharapkan sistem pengajaran ini akan lebih efektif diserap para murid. Selanjutnya, pada tanggal 3 Mei 2012 akan diadakan penutupan acara yang sekaligus menjadi hari wisuda bagi para anak didik tersebut. Acara ini dimeriahkan pula dengan pertunjukan hiburan serta Joshua Suherman sebagai Master of Ceremony. Di minggu terakhir sebelum closing ceremony ini, telah dilangsungkan ujian matematika, membaca dan menulis. Ujian dibagi dalam 3 (tiga) kategori yaitu kelas 1 dan 2, kelas 3 dan 4, serta kelas 5 dan 6. Adapun tujuan ujian ini adalah untuk mengetahui hasil pengajaran selama 1 bulan ini dan mencari 10 (sepuluh) anak terbaik yang akan mendapatkan beasiswa berupa pembiayaan sekolah dari SD hingga lulus SMP. Karena itulah, ujian lebih diutamakan diberikan kepada anak yang masih duduk di bangku SD. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas anak-anak jalanan tersebut serta mendukung berjalannya program pemerintah. Sangat diharapkan agar masa depan Indonesia akan lebih cerah dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak jalanan menjadi calon-calon pemimpin masa depan. Hanya dengan generasi muda yang cemerlang, masa depan bangsa pun akan terjamin gemilang. Facebook: BNEC Nationwide Social Event Twitter: @2012NSE