Desainer Indonesia di Kancah Internasional: Oase di Tengah Tandusnya Semangat

05-04-2012 10:04:17 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Jika kita menyaksikan berita di media massa dewasa ini, rasanya kita semua sepakat bahwa mayoritas berita yang disajikan berisi tentang keburukan bangsa. Sebut saja tentang korupsi, pembunuhan, pemerkosaan, belum lagi berita mengenai kebijakan-kebijakan baru pemerintah yang tidak pro rakyat. Mencoba untuk menonton tayangan hiburan pun sama saja, jika bukan acara lawak ‘slapstick’ maka tayangan mengumbar air matalah yang disuguhkan. Tidak heran masyarakat kita menjadi cenderung pesimis dengan bangsa ini. Benarkah bangsa ini sepayah itu? Rasannya tidak adil jika kita buru-buru memberi label buruk  hanya dari yang disuguhkan media setiap harinya. Alangkah sayang jika nasionalisme kita harus luntur dengan satu atau dua berita korupsi. Karena sesungguhnya, diluar sana beberapa anak bangsa mulai dikenal dunia melalui karyanya. Jika kamu pecinta film animasi pasti tidak akan melewatkan petualangan seru Tintin si Jurnalis dalam kisah The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn garapan dari sutradara Steven Spielberg. Dalam film tersebut, tampak detail yang sangat apik dan terkesan nyata sehingga membuat penonton tersihir lalu lupa bahwa yang ditontonnya adalah film animasi. Kerumitan teknik animasi tersebut banyak membuat decak kagum penonton dan kritikus, buah dari itu tentu membawa film tersebut masuk dalam jajaran box office dan membuat Steven Spielberg semakin diakui eksistensinya. Steven Spielberg pastilah tidak bekerja sendirian menciptakan animasi dengan detail serumit itu, dia memiliki tim khusus yang profesional di bidangnya. Dan percayakah kamu bahwa Animator utama dari film tersebut berasal dari Indonesia? Tontonlah kembali film ini sampai credit titlenya, maka kamu akan menemukan nama orang Indonesia. Ya, dialah Rini Sugianto, wanita asli Indonesia yang tinggal dan bekerja di New Zealand. Rini mengerjakan sekitar 70 shot dari film tersebut. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Rini Sugianto bukanlah satu-satunya animator yang dapat kita banggakan. Jika kita menyukai film dengan visual effect yang menarik, maka bisa jadi Andre Surya berada di balik effect-effect dahsyat tersebut. Andre Surya yang kini bekerja di sebuah perusahaan milik George Lucas (sutradara Film Star Wars) adalah orang yang mengerjakan visual effect dari Iron Man, Terminator Salvation higga Transformer : Revenge of The Fallen. Jika Rini dan Andre berkiprah di dunia animasi serta visual effect, Chris Lie memilih mengangkat nama Indonesia lewat kemampuan desain illustrasinya. Masih tidak jauh dari dunia film, pria lulusan Arsitektur, Institut Teknologi Bandung ini ditunjuk untuk membuat desain  action figure dari film GI Joe dan Transformers. Kesempatan tersebut datang ketika ia magang di sebuah perusahaan komik bernama Devil’s Due Publishing  (DDP), saat ia tengah melanjutkan kuliah S2 di Savannah College of Art and Design, Savannah, AmerikaSerikat. Tak puas sampai  disitu, kecintaannya pada dunia ilustrasi dan komik  memicu Chris Lie untuk mendirikan sebuah studio sepulangnya ia ke Indonesia. Lewat studio yang diberi nama Caravan, Chris Lie bersama timnya melebarkan sayap. Sambil terus menggarap rancangan action figure, Caravan studio pun memproduksi komik serta ilustrasi untuk perusahaan-perusahaan internasional. Jika nama-nama tersebut masih belum cukup. Nama Henricus Kusbiantoro bisa mempertegas betapa diakuinya karya anak bangsa di mata internasional. Sebagai seorang brand designer, Henricus banyak menelurkan desain logo yang menuai penghargaan tingkat internasional. Pria asal Bandung yang bekerja sebagai senior art director di Landor Associates, San Francisco ini sudah membuat desain logo The Emmy Awards, Samsung Beijing Olympics 2008, FIFA World Cup, Japan Airlines dan yang paling dibanggakan adalah logo kampanye internasional RED untuk penderita AIDS sekaligus  sukses mengantarkan Henricus sebagai perancang grafis pertama dari Indonesia yang meraih penghargaan di ajang D & AD London Merit Award 2007. Tentunya masih banyak nama-nama lain yang mampu mengangkat citra positif Indonesia di mata dunia. John F Kenedy, Presiden Amerika yang ke-35 pernah berkata “Jangan Tanya apa yang Negara berikan padamu, tapi tanyalah apa yang sudah kamu berikan untuk negara”. Sekiranya kalimat ini tepat untuk menggambarkan apa yang dilakukan para desainer tersebut di atas, dengan berkarya sepenuh hati di mereka memberikan Indonesia sebuah kebanggaan. Prestasi yang mereka torehkan seolah memberikan injeksi semangat bagi generasi muda lainnya untuk tetap berkarya dan memiliki mimpi bahwa suatu hari nanti mereka akan mencapai kesuksesan yang serupa. Bukan tidak mungkin suatu hari seorang street artist dari daerah terpencil berdiri di podium internasional untuk menerima penghargaan atas karyanya. Selama semangat itu terus kita jaga, tidak ada yang tidak mungkin ,bukan?