Java Jazz Festival 2012 Menghipnotis Kaum Muda

09-03-2012 01:03:41 By Desca A. Yudha
img

Java Jazz Festival 2012 Menghipnotis Kaum Muda Sabtu, 3 Maret 2012 tepat di hari kedua gelaran Djarum Super Mild Java Jazz 2012 "Where Jazz Finds a Home", terlihat antrian yang penuh sesak menuju hall dimana seorang pemain saxophone, Dave Koz akan tampil menghibur. Ketika big screen yang terpasang di samping panggung menunjukan tanda-tanda Dave Koz akan muncul di panggung, tiba-tiba segerombolan anak-anak muda menyeruak masuk sebisa mungkin mengambil posisi terdepan. Bahkan ada sekelompok remaja putri yang berteriak histeris. Dave Koz telah berhasil menghipnotis anak-anak muda menjadi penggemarnya. Ya, mulai dari anak-anak remaja sampai dengan pasangan muda yang turut serta membawa anaknya yang masih balita, menjadi salah satu pemandangan yang terlihat di gelaran festival jazz paling bergengsi di Indonesia. Java Jazz Festival memang tidak selalu menampilkan musisi yang membawakan pure musik jazz, tetapi juga menampilkan sisi musik jazz yang lebih ringan, funk dan groovy yang biasanya lebih disukai oleh anak muda. Swing Out Sister misalnya, tampil secara full band membawakan musik-musik yang groovy, sehingga mengundang para penonton untuk bergoyang. Sedangkan untuk genre musik yang lebih ke R&B dibawakan oleh D’Sound, yang juga menggabungkan musiknya dengan sound-sound elektronik. Suasan pesta pun muncul ketika Mayer Hawthorne and The County tampil dengan membawakan musik soul modern. Sementara itu, munculnya band-band dengan genre jazz yang lebih modern di Indonesia, telah memberikan kontribusi terhadap meluasnya musik jazz ke generasi yang lebih muda. Sebut saja Maliq n d’essentials, Barry Likumahuwa Project, dan The Extra Large yang saat tampil di Java Jazz Festival selalu mendapat sambutan yang meriah dari para penonton yang rata-rata adalah anak muda. Barry Likumahuwa, seorang pemain bass muda yang saat ini tengah mencuri perhatian dalam dunia musik jazz di tanah air, juga mengatakan keinginannya untuk membuat musik jazz yang bisa lebih diterima oleh anak-anak muda. Hal ini dibuktikannya dengan membentuk grup Barry Likumahuwa Project. Dengan harapan musik jazz bisa menambah semarak dunia musik Indonesia yang saat ini didominasi dengan musik mainstream. Kini Java Jazz Festival bukan lagi hanya menjadi ajang untuk sekedar menunjukan eksistensi anak-anak muda di dunia pergaulan. Tetapi juga untuk menambah kecintaan mereka kepada musik jazz, memberikan apresiasi kepada para musisi Indonesia yang berbakat, dan mendukung Indonesia menjadi ‘rumah’ bagi musik jazz. Desca Ardhi Yudha Photo by Egon Saputra