The 2nd Music Gallery 2012 - Geliat Musik Indie di Indonesia

08-03-2012 05:03:52 By Desca A. Yudha
img

Sebuah gig yang menampilkan aksi band-band indie, terasa bagai oase bagi para penikmat musik yang bosan dijejali dengan musik mainstream, dimana belakangan ini sedang gencar-gencarnya ditayangkan oleh televisi di Indonesia. Music Gallery merupakan salah satu gig baru yang konsisten menggelar festival musik indie di Jakarta. Tanggal 10 Maret 2012 lalu, bertempat di Upper Room - Annex Building, merupakan kali kedua Music Gallery digelar. Dengan mengangkat tema Discography, gig kali ini memberikan kesempatan kepada para musisi indie untuk menceritakan history perjalanan musik mereka melalui musik yang mereka bawakan. Namanya juga gig musik indie, para penonton yang datang pun tidak terbatas pada penggemar genre musik tertentu. Karena musisi indie ini berkarya sesuai dengan kata hati mereka yang direfleksikan kedalam bahasa musik. The Trees And The Wild termasuk band yang tampil di bagian awal Music Gallery, membawakan musik yang bisa dibilang eksperimental. Yaitu menggabungkan unsur etnik ke dalam musik modern, suara vokalis yang kerap terdengar seperti sedang ‘nyinden’ itu diharmonisasikan dengan alat musik modern, bahkan juga dengan sound-sound elektronik. Tapi sepertinya malam itu para penonton yang notabene adalah anak-anak muda ini, sangat menunggu-nunggu kehadiran The Adams, Pure Saturday dan The Upstairs yang tahun-tahun belakangan ini tidak lagi terdengar merajai dunia musik indie. Siapa yang tidak mengenal lagu “Konservatif”, “Halo Benny” “Kosong” dan “Disko Darurat” yang menjadi hits di eranya? Crowd semakin menggila ketika mereka membawakan lagu-lagu yang sempat hits tersebut. Sementara itu, masih ada penampilan dari White Shoes And The Couples Company dan Gugun N Blues Shelter yang menutup festival indie ini menjadi lebih semarak. Dengan melihat antusias para penonton yang memadati gig di Upper Room, menjadi salah satu indikasi bahwa musik indie akan terus berkembang dan mendapat tempat tersendiri di dunia musik Indonesia, juga di hati para penggemarnya. Desca Ardhi Yudha Egon Saputra