Gerakan Sosial dan Situs Download Gratis Lagu Anak

28-12-2011 04:12:12 By Muhammad Ishlah Alfath
img

[dropcap style="inverted"]K[/dropcap]omunitas Marinyanyi terdiri dari sekelompok anak muda yang memiliki keahlian di beberapa bidang profesi yang berbeda, namun memiliki kepedulian yang sama terhadap dunia anak. Setelah diskusi dua tahun silam, akhirnya dalam beberapa bulan terakhir ini mereka siap meluncurkan sebuah portal download gratis yang hanya menyediakan lagu anak. Hal ini mereka lakukan karena didasari satu kekuatiran yang sama terhadap kenyataan minimnya lagu anak saat ini. Anak-anak di bawah umur sudah bisa menirukan lirik lagu orang dewasa dan mengulang penggunaannya dalam komunikasi sehari-hari meskipun mereka tidak mengerti maknanya. Hal tersebut mengkuatirkan, karena dalam fase usia tertentu, anak-anak peka menerima berbagai masukan dari lingkungan sekitar. Komunitas Marinyanyi mengkritisi hal ini sebagai potensi lahirnya perilaku menyimpang di saat mereka dewasa sebelum waktunya. Maka agar orang tua mempunyai lebih banyak referensi dalam berinteraksi sambil belajar bersama buah hatinya, komunitas Marinyanyi menproduksi lagu anak baru dan berbagai tools of education for parenting. Kini tersedia 52 lagu anak baru yang dapat di download secara gratis di alamat www.marinyanyi.com. Tanpa syarat dan sangat mudah untuk dimiliki, bahkan orang tua dianjurkan untuk menyiapkan CD (compact disc) kosong untuk merekam lagu tersebut dan mendistribusikannya ke lingkungan sekitar. Pencipta semua lagu ini sekaligus penggagas Marinyanyi adalah Djito Kasilo atau yang akrab dipanggil Ayah Djito (@djitokasilove). Ia adalah karyawan swasta, bekerja di Jakarta, dan berpengalaman 25 tahun sebagai profesional industri pemasaran komunikasi. Sebelum masuk di industri komunikasi, Ayah Djito sempat berkarya sebagai komposer lagu di beberapa Drama Operet TVRI, TPI, dan RCTI di tahun ‘90an. Juga ilustrator musik dan penulis skenario beberapa sinetron. Di pertengahan ‘90an pernah dinobatkan sebagai Best Writer Festival Sinetron Indonesia (FSI) untuk judul “Anak Jalanan”. Di tahun ‘80an lagunya tercatat sebagai The Big Ten Festival Lagu Pop Indonesia, dan tercatat sebgai komposer termuda (saat itu usianya 19 tahun). Djito Kasilo di masa SMA aktif sebagai penulis cerpen dan puisi. Beberapa kali memenangkan lomba menulis, diantaranya yang diselenggarakan majalah HAI dan Gadis. Alasan kenapa memilih portal online sebagai saluran distribusi lagu sempat dijelaskan Pungkas Riandika saat peresmian situs ini di Jakarta 21 Desember 2011 bahwa, “online adalah saluran praktis, hemat, dan populer sekaligus yang paling potensial untuk mendukung penyebaran pesan ini ke berbagai lapisan masyarakat.”. “Marinyanyi pun menggunakan optimalisasi jejaring sosial untuk mendukung dampak viral dari keseluruhan kegiatan.”, tambah Pungkas selaku Ketua komunitas. Sadar bahwa kegiatan ini membutuhkan usaha yang besar, komunitas Marinyanyi menyiapkan sebuah mekanisme produksi yang melibatkan masyarakat. Yaitu mengajak masyarakat untuk menyumbangkan cerita curhatnya tentang pengalaman atau kenangan dunia anak, lalu mengirimkannya kepada redaksi Marinyanyi. Cerita tersebut akan menjadi inspirasi tema dan lirik dalam penciptaan sebuah lagu baru. Akhirnya saat lagu baru tercipta, akan tertulis nama pemesan sebagai salah satu pencipta lirik dalam lagu. Proses ini memaknai sebuah gotong royong dalam gerakan besar memperkaya dunia anak dengan lagu yang memang diciptakan untuknya sesuai topik dan isu anak-anak yang relevan. Untuk memulai inisiasi perdana, Marinyanyi mengadakan gathering dan talkshow yang bertempat di XXI Lounge Plasa Senayan, Jakarta. Dalam gathering ini mengundang orang tua murid, akademisi, media, pemerhati, praktisi, dan aktivis dunia anak. Sedangkan talkshow menghadirkan beberapa narasumber yang bersedia sharing pengalaman dan pandangannya terhadap fenomen minimnya lagu anak, yaitu Suseno M Harjo selaku Board of Director Anugerah Music Indonesia (AMI Award), Tere selaku musisi sekaligus anggota DPR komisi X, Kak Nunuk praktisi dunia anak, dan Djito Kasilo pemilik Marinyanyi. Tujuan dari diadakannya perbincangan ini adalah untuk membuka wacana betapa kita harus peduli pada perkembangan anak sejak dini. Suseno M Harjo menjabarkan betapa minimnya pertumbuhan lagu anak di entry AMI Award hingga kategori tersebut beberapa kali sempat digugurkan. Tere menegaskan bahwa dukungan pada lagu anak wajib mengikutsertakan banyak elemen masyarakat dan industri, mulai dari guru hingga pemerintah. Kak Nunuk yang dulu sempat reguler di tayangan Tralalatrilili bersama Agnes Monica, menyampaikan kekuatirannya akan terpaan media yang justru mempopulerkan lagu dewasa di telinga anak-anak. “Usia anak adalah fase dimana anak menyerap dan mengingat berbagai masukan dari lingkungan sekitarnya.”, tambah Kak Nunuk. Ayah Djito Kasilo mewakili Marinyanyi berpendapat bahwa saat dimana anak-anak tidak memiliki lagu yang seharusnya didedikasikan khusus untuk mereka merupakan fenomena yang menyalahi hukum alam. Seremonial launching Marinyanyi sengaja dipilih tanggal 21 Desember 2011 karena sekaligus menyambut Hari Ibu keesokan harinya. Utie Respati selaku Community Communications menambahkan, “lagu anak adalah tools of education yang akan digunakan oleh para orang tua untuk berinteraksi dengan buah hatinya, maka Marinyanyi mempersembahkan seperangkat tools penunjang ini yang telah dikemas sebagai Hadiah Untuk Ibu. Semoga Ibu bisa memakai hadiah ini sebagai salah satu alat untuk  bisa lebih dekat dengan buah hati.”. Seperangkat tools of education ini terdiri dari berbagai alat bermain sekaligus belajar untuk anak, diantaranya draft mewarnai, permainan lipat kertas (papertoys), daftar pelajaran, hingga kalender 2012. Semuanya dapat di download gratis di situs www.marinyanyi.com. [toggle title="Cara mengunduh Hadiah Untuk Ibu:"] Tekan gambar Download Hadiah Untuk Ibu, didalamnya terdapat beberapa tool yang telah kami siapkan untuk Ibu agar dapat bermain bersama dengan buah hati di rumah. Ibu bisa bermain dengan papertoys, mewarnai, membuat jadwal kegiatan bersama, merangkai kalender dan memberi sampul pada buku saat tahun ajaran baru dimulai. Selain itu kami juga mempersiapkan Cover CD album yang bisa  diunduh supaya Ibu bisa menyimpan dalam bentuk CD dan bisa memberikannya sebagai hadiah untuk Ibu Indonesia lainnya. Semua instruksi yang harus dilakukan sudah ada di dalamnya, yang perlu ibu siapkan hanyalah Printer berwarna dan kertas HVS A4. [/toggle] Komunitas Marinyanyi menggunakan lagu hanya sebagai salah satu entry point dalam misi besar memperkaya dunia anak dengan keceriaan dan konten positif. Oleh karenanya masih ada banyak agenda yang harus dijalani untuk mencapai tujuan tersebut. “Marinyanyi membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik perorangan dan atau instansi, yang bersedia roadshow ke berbagai kota di Indonesia untuk bertemu dengan guru dan orang tua dalam rangka menyebarkan tools of education ini.”, sambung Albertus Eko yang berperan sebagai Program Manager di Marinyanyi. [toggle title="Contact Person."] Utie Respati | Community Communications utie@marinyanyi.com | @absolutie | 085642434142 www.marinyanyi.com | t: @Lagu_Anak | f: LaguAnak [/toggle]