The 34th Jazz Goes To Campus – Jazz The Way It Is

09-12-2011 01:12:17 By Desca A. Yudha
img

Festival jazz tahunan tertua di Indonesia, kini hadir kembali di kampus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tanggal 4 Desember 2011. Dengan tema “Jazz The Way It Is”, kali ini Jazz Goes To Campus ingin mengembalikan spirit kecintaan anak muda terhadap musik jazz dengan menampilkan musisi jazz senior Indonesia seperti Oele Pattiselanno (gitaris), Benny Likumahuwa (trombone), Idang Rasjidi, dan Indra Lesmana . Serta dengan menambah penampilan musisi jazz lainnya di setiap stage, sehingga Jazz Goes To Campus kali ini terasa lebih jazzy dibanding tahun sebelumnya. Terdapat 3 stage dalam festival Jazz Goes To Campus 2011, dimana salah satunya adalah main stage yang juga dilengkapi dengan big screen, yaitu Jazz The Way It Is Stage. Sebagian besar band/musisi jazz yang sudah lebih dikenal di Indonesia tampil di Levi’s stage dan Jazz The Way It Is Stage. Sehingga team Jakarta Venue harus mondar-mandir diantara kedua stage yang cukup berjauhan. Beberapa jadwal performance di jam yang sama, dan ditambah dengan menghadiri beberapa press conference memaksa kami unutk memilih performance yang ingin kami lihat. JakartaVenue langsung menuju main stage untuk melihat penampilan dari Andre Harihandoyo And Sonic People. Walaupun bukan band yang beraliran jazz, tapi tetap mendapat sambutan yang baik dari penonton yang hadir. Mereka membawakan lagu-lagu blues yang cenderung kental dengan pop, menemani dengan santai minggu sore yang mendung. Lalu setelah menghadiri beberapa press conference, kami langsung menuju Levi’s stage untuk melihat penampilan dari The Extra Large, yang juga sesuai dengan tubuh para personil bandnya yang ‘extra large’ :P. Tapi yang menarik bagi saya adalah sang vokalis Davina, memiliki suara jazzy yang khas dan bahkan kadang terdengar mirip dengan suara Adele. Selain membawakan lagu hits, mereka juga meng-cover lagu band Peterpan “khayalan tingkat tinggi”, dan berhasil membuat penonton bernyanyi bersama. Levi’s stage juga menampilkan Idang Rasjidi Syndicate yang tentunya digawangi oleh seorang pianis jazz handal Indonesia Idang Rasjidi, bersama beberapa penyanyi/musisi lainnya. Setelah itu yang tampil berikutnya adalah Barry Likumahuwa Project (BLP). Walaupun cuaca saat itu sedang hujan, namun stage ini tetap dipenuhi oleh penonton yang bernyanyi dan berjoget bersama. Barry Likumahuwa, bass player dan juga lead dari BLP tampil sangat atraktif malam itu. Lagu hits mereka seperti “Generasi Sinergi”, “Mati saja” yang diaransemen ulang, ditambah dengan medley lagu-lagu hits yang masuk jajaran chart di radio tanah air, memeriahkan suasana malam itu. Yang tidak kalah menariknya adalah penampilan dari Parkdrive yang belakangan ini tidak terdengar di dunia musik Indonesia. Band yang diperkuat dengan vokalis wanita dengan aliran modern jazz ini tampil membawakan lagu-lagu hits mereka yang sudah lama tidak diputar di radio. Sementara di ford stage ada penampilan dari Trio Scapes, dimana penabuh drumnya adalah Aksan Tsuman. Mereka membawakan musik pada era dimana rock dan jazz bersatu. Penasaran memang ingin mendengar musiknya seperti apa, namun sayangnya kami tidak dapat melihat penampilan mereka. Suasana di main stage pada malam hari juga mulai ramai dipenuhi penonton yang ingin melihat satu-satunya performer asing yang berasal dari Perancis yaitu Nouvelle Vague, yang juga berarti ‘New Wave’ dalam bahasa Inggris. Ya mereka adalah group French Musical Collective dengan genre new wave, 60’s bossa nova yang diperkuat dengan dua vokalis wanita fashionable bergaya nyentrik dan sensual. ”Simple-attractive”, celetuk salah seorang penonton. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri dalam festival Jazz Goes To Campus 2011, walaupun menurut saya kurang memberikan kesan euphoria dalam festival jazz. Salah satu penampilan yang ditunggu-tunggu di main stage adalah LLW (Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, Sandy Winarta). Trio yang mengusung musik modern jazz, funk to nu jazz ini membawakan lagu-lagu lama yang telah diaransemen ulang dan juga lagu-lagu dari album mereka seperti, “Strech and Pause” featuring Boogie man, Indra Azis, dan DJ Cream yang menggabungkan musik Jazz dengan musik elektronik dan rap. Disini juga Indra Lesmana menunjukkan kemahirannya memainkan piano dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memainkan sejenis keyboard. Permainan ketiganya mengundang kekaguman bagi para penonton. Penampilan puncak pada main stage di malam hari itu adalah Glenn Fredly, yang entah sengaja menggunakan trik mengulur waktu atau memang butuh persiapan agak lama sebelum akhirnya bisa tampil menutup acara. Yang jelas persiapan yang agak lama itu membuat penonton semakin tidak sabar untuk melihat langsung aksi panggung Glenn Fredly. “Happy Sunday” menjadi lagu pembuka yang memberi semangat untuk ber-happy-happy di minggu malam, yang sebenarnya sudah menuju tengah malam. Selain tentunya membawakan lagu-lagu hits, Glenn juga tampil membawakan lagu alm. Utha Likumahuwa yang sempat populer pada jamannya. Dan kemeriahan festival Jazz Goes To Campus pun mencapai klimaksnya. Yang paling saya sukai dari setiap festival jazz adalah spontanitas dan kejutan dari para musisi.  Semoga Jazz Goes To Campus tahun berikutnya dapat terorganisir dengan lebih baik lagi dan tetap menjadi ajang festival jazz yang diperhitungkan di Indonesia. Kita tunggu kejutan-kejutan lainnya di tahun depan. Text: Desca Ardhi Yudha Photo: Seto Ery Pradhana