Oversleeping And It's Impact To Our Life

21-10-2011 09:10:44 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Physical Side Effects of Oversleeping Ketika datang saatnya untuk tidur, bisa jadi itu adalah hal yang baik. Tidur malam yang nyenyak dan pulas sangat penting untuk kesehatan dan itu sangat benar. Tapi bagaimana jika tidur nyenyak kita “kebablasan”? Melalui riset yang dilakukan para peneliti, Tidur berlebihan (Over Sleeping) dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan diantaranya diabetes, penyakit jantung, dan peningkatan risiko kematian. Diantara banyaknya hal yang dapat memyebabkan “Over Sleeping” para peneliti menemukan  dua faktor lain yang memicu terjadinya hal ini, yaitu depresi dan kondisi status sosial ekonomi.. Kedua faktor ini sangat mungkin menjadi alasan utama yang memiliki efek negatif terhadap kesehatan. Misalnya saja orang-orang yang berasal dari kalangan status sosial ekonomi yang rendah tidak memiliki akses ke layanan pengecekan kesehatan dan penyakit, yang pada akhirnya penyakit yang diderita tidak terdiagnosis, misalnya, seperti penyakit jantung, yang pada gilirannya dapat menyebabkan “Over Sleeping”. Oversleeping: How Much Sleep Is Too Much? Jumlah waktu tidur yang dibutuhkan oleh setiap orang itu bervariasi. Hal ini tergantung pada usia dan tingkat aktivitas serta kondisi kesehatan general dan kebiasaan gaya hidup. Sebagai contoh, selama periode stress atau sakit, kebutuhan akan tidur meningkat dari jumlah waktu tidur yang biasanya. Hal ini disebabkan kondisi psikologi dan kondisi tubuh. Tetapi meskipun kebutuhan tidur berbeda dari waktu ke waktu dan dari orang ke orang, para ahli pada umumnya merekomendasikan bahwa orang dewasa harus tidur antara 7 sampai 9 jam setiap hari, itu adalah waktu maksimal yang dibutuhkan tubuh untuk beristrahat. Causes Why Do People Sleep Too Much. Hypersomnia Bagi orang yang mengalami atau menderita hipersomnia, tidur yang berlebihan sebenarnya merupakan gangguan kesehatan. Kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami rasa kantuk yang sangat ekstrim atau berlebihan sepanjang hari, yang mana hal ini biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang. Hal ini juga menyebabkan Hipersomnian tertidur dalam jangka waktu yang luar biasa panjang di malam hari. yang pada akhirnya orang dengan hipersomnia mengalami gejala-gejala lain seperti "symptoms of anxiety” atau masalah kecemasan, kurang semangat, dan masalah daya ingat  sebagai akibat dari pembiasaan diri tidur terlalu lama. Obstructive sleep apnea Adalah gangguan yang dapat menyebabkan orang berhenti bernafas sesaat diwaktu tidur, juga dapat menjadi penyebab meningkatnya kebutuhan untuk tidur karena dapat mengganggu siklus tidur normal dan mengurangi waktu tidur yang dibutuhkan tubuh. Other Causes Tidak semua gangguan tidur “Sleep Disorder” menjadi penyebab orang Oversleeping. Kemungkinan penyebab lain yaitu penggunaan zat tertentu, seperti alkohol dan beberapa obat-obatan. Kondisi medis lainnya, misalnya depresi dapat menyebabkan seseorang mengalami oversleeping. Dan kemudian memang ada sebagian orang yang menikmati tidur dalam jangka waktu yang lama. Medical Problems Linked to Oversleeping Diabetes. Dalam sebuah studi terhadap hampir 9.000 orang Amerika, peneliti menemukan hubungan antara lama waktu tidur dan risiko diabetes. Orang yang tidur lebih dari sembilan jam setiap hari  memiliki risiko 50% lebih besar untuk menderita diabetes dibandingkan orang yang tidur tujuh jam per harinya. Peningkatan risiko ini juga terlihat pada orang yang tidur kurang dari lima jam per hari. Para peneliti tidak menarik kesimpulan yang mutlak tentang hubungan fisiologis antara tidur panjang dan diabetes akan tetapi mereka menyarankan bahwa Oversleeping dapat menjadi indikasi masalah kesehatan yang meningkatkan kemungkinan resiko menderita diabetes. Obesitas. Tidur terlalu lama juga bisa menjadi pemicu peningkatan berat badan. Satu studi baru menunjukkan bahwa orang yang tidur selama sembilan atau 10 jam setiap malam lebih berpeluang sebesar 21 % mengalami kegemukan dibandingkan mereka yang tidur antara tujuh dan delapan jam. Note : Cara kerja tubuh similar dengan cara kerja memori, hal yang dilakukan secara rutin dan menjadi kebiasaan pada akhirnya akan dianggap sebagai sebuah kebutuhan, termasuk waktu tidur. Rinal Dianto Sumber : WebMD