Nikmatnya Ngopi di Kedai Kopi Lokal

20-10-2011 03:10:58 By Desca A. Yudha
img

Ditengah-tengah gempuran coffee shops/kedai kopi internasional, kini mulai bermunculan kedai kopi lokal yang menawarkan kopi dengan aroma dan cita rasa khas dari biji kopi pilihan yang tumbuh dengan subur di Indonesia. Ternyata dibalik kenikmatan secangkir kopi di kedai kopi lokal itu juga terdapat idealisme dari para pemiliknya, salah satunya adalah ingin meningkatkan taraf hidup para Petani kopi di tanah air.

Kedai Kopi Lokal di Kota Besar

Melihat potensi Indonesia yang begitu besar sebagai penghasil kopi terbaik di dunia. Mulailah bermunculan kedai kopi lokal diantara gempuran kedai kopi Internasional di kota-kota besar. Di Jakarta misalnya telah berdiri kedai kopi lokal seperti Anomali Coffee, Kopi Kamu, Coffee War, Sabang 16, Kopitiam Oey dan sebagainya. Kedai kopi tersebut merupakan kedai kopi yang secara fokus menawarkan kopi lokal spesial (specialty coffee), seperti dari daerah Aceh Gayo, Sumatera Mandailing, Lintong, Jawa, Toraja, Bali Kintamani, Flores, Sumbawa dan Papua. Sementara di Bandung terdapat beberapa kedai kopi lokal seperti Waddaddah, yang menyajikan khusus kopi dari daerah Bulukumba, dan juga Kedai Kopi Gesang dengan kopi lokal spesialnya yang dicelup dengan arang. Sedangkan Di kota Medan, kita bisa mengunjungi Macehat Coffee yang secara khusus menyajikan kopi lokal jenis Arabika yang berasal dari daerah Sumatera.

Jaminan Kualitas Kopi di Kedai Kopi Lokal

Untuk menjamin kualitas kopi yang disajikan, berbagai treatment khusus memang dilakukan para pemilik kedai kopi lokal untuk menarik konsumen penikmat kopi di kota besar. Seperti yang telah dilakukan Anomali Coffee misalnya, dengan melakukan sendiri proses roasting (semacam proses menyangrai biji kopi) sehingga kopi menjadi lebih fresh. Ada juga kedai kopi yang cara penyajiannya tanpa menggunakan mesin espresso, tapi dengan diseduh secara langsung atau yang kita kenal dengan kopi tubruk, seperti yang dilakukan oleh Coffee War. Sedangkan Kopitiam Oey mencoba mempertahankan cita rasa kopi yang khas dari keturunan peranakan etnis Cina dan Melayu. Tidak tanggung-tanggung, Kopi Kamu bahkan ikut terjun langsung mengawasi proses penanaman pohon kopi mulai dari mempersiapkan lahan, perawatan, panen, proses distribusi sampai dengan penyajiannya. Dengan dilakukan pengawasan terhadap kualitas kopi secara ketat, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup para petani dan tentunya mengangkat citra kopi Indonesia di dunia Internasional. Tapi dibalik kenikmatan dari secangkir kopi yang disajikan di kedai kopi lokal. Para pemilik kedai kopi lokal ini harus melakukan usaha ekstra dalam mendapatkan biji kopi unggulan untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. Mereka harus membelinya langsung dari petani di daerah-daerah. Mereka tidak bisa membeli lewat pedagang. Karena para trader biasanya melayani pasar ekspor, dengan melihat permintaan kopi yang terus meningkat dari luar negeri, sedangkan permintaan domestik masih rendah. Inilah salah satu kendala yang dihadapi oleh kedai kopi lokal. Ironis memang, kopi lokal yang merupakan salah satu kopi terbaik di dunia ini menjadi favorit bagi orang-orang asing, tetapi malah terasingkan di negerinya sendiri.

Karakteristik Kopi Lokal

Jadi sebenarnya apa yang membuat aroma dan cita rasa kopi Indonesia begitu berbeda dengan kopi yang ada di belahan dunia lainnya? Jawabannya adalah : • Letak geografis Indonesia dengan kekayaan alam yang sangat beragam mulai dari Sabang sampai Merauke. Kopi yang ditanam di daerah yang satu akan berbeda dengan daerah lainnya, karena karakteristik tanahnya juga memiliki kandungan yang berbeda-beda. • Kebiasaan petani lokal dalam berkebun kopi juga ikut mempengaruhi aroma dan cita rasa kopi. Misalnya di daerah Toraja, petani menanam kopi diantara tanaman cengkeh, karena daerah Toraja juga adalah penghasil cengkeh. Hasilnya, kopi menyerap aroma cengkeh dan membuat aroma yang unik. Lain lagi dengan daerah Kintamani (Bali), para petani menanam kopi Arabika diantara pohon jeruk, sehingga aroma kopi bercampur dengan aroma jeruk yang begitu khas dan eksotis. Jadi dapat dipastikan, kita akan mendapatkan aroma dan cita rasa kopi yang berbeda-beda di setiap daerah yang ada di Indonesia.

Peran Kedai Kopi Lokal yang Terabaikan

Disinilah peran kedai kopi lokal, untuk mengenalkan kembali cita rasa kopi khas Indonesia kepada bangsanya sendiri. Tidak berlebihan jika dikatakan nasionalisme terdapat dalam secangkir kopi. Belum lagi kearifan-kearifan dari petani/penduduk lokal dibalik kenikmatan secangkir kopi ini, yang masih bisa di-explore dan dipelajari lagi lebih jauh. “Know your roots”.
Asal-usul Kopi di Indonesia Kopi lokal yang kita kenal sekarang ini tidak lepas dari peran pemerintahan Hindia Belanda pada masa penjajahan Belanda dulu. Menurut Wikipedia, era tanam paksa/cultuurstelsel (1830-1870), mewajibkan orang pribumi untuk membuka perkebunan komersial, salah satunya adalah kopi. Jenis kopi yang dikembangkan adalah kopi jenis Arabika yang didatangkan langsung dari Yaman. Area perkebunan kopi tersebut berada di daerah sekitar Jakarta, Sukabumi, Bogor, Mandailing, Sidikalang, Jawa Tengah, Sumatera, Sulawesi, Timor dan Flores. Diantara daerah-daerah penghasil biji kopi tersebut, yang menjadi unggulan bahkan juga menjadi favorit bagi orang-orang asing adalah : • Gayo (Aceh) • Mandailing • Lampung • Kintamani (Bali) • Toraja • Papua Wamena • Luwak (yang kini marak dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia)
(sumber : Kompas edisi minggu 18 September 2011, Wikipedia, putrikopiindonesia.com, makanmana.net, bandungreview.com, cikopi.wordpress.com)