IDEAFEST 2011

25-07-2011 03:07:06 By Egon Saputra
img

BE THE NEXT CREATIVE BILLIONARE ! Ideafest merupakan event yang digagas oleh FGD Forum sebagai event kreatif terbesar yang akan mempertemukan para pakar industri kreatif dengan pihak yang ingin mendalami industri ini dengan lebih fokus. Di ajang ini, gagasan hingga acuan kreatif yang inspiratif akan dipancing untuk berkolaborasi sehingga bisa menjadi bibit-bibit bisnis yang berkesinambungan bahkan setelah event selesai. Event ini terbuka utuk pelajar, early jobbers dan kaum kreatif yang tertarik dengan dinamika media, desain, film, musik dan pertunjukan, yang merupakan bidang-bidang dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan menjanjikan di Indonesia. Inilah waktunya berbagi dan menimba ilmu, membuka network baru yang bisa memperkaya kinerja kreatif kita semua. Ideafest diselenggarakan selama 2 hari yaitu 22 juli – 23 juli 2011 yang bertempat di Cendrawasih Room Jakarta Convention Center. Pada 2 hari itu terdapat 2 acara, di hari pertama adalah acara mengenai CREATIVE ENTERPRENEUR WORSHOP , lalu pada hari kedua mengenai IDEAS CONFERENCE. Dalam IDEAS Conference nama-nama seperti Andi F. Noya, Peter Gontha, Sandiaga Uno, Felia Salim, Dian Mujadi, Glenn Fredly hingga Sarah Sechan akan menjadi pembicara yang mewakili Indonesia. Sementara itu pembicara tamu pada kali ini Stefan Sagmeister dan Chris Anderson (Wire Magazine) dari Amerika Serikat. Salah satu reporter JakartaVenue mencoba mengikuti acara pada hari pertama yaitu CREATIVE ENTERPRENEUR WORKSHOP. Workshop ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Kali ini saya memilih MUSICAL EXPERIENCE sebagi ‘Case Study’. Maylaffayza yang merupakan salah satu musisi muda paling Inspiratif di Indonesia menjadi pembicara di sesi pagi hari ini dan ditemani oleh Yoris Sebastian yang merupakan GM termuda dari Hard Rock Cafe sekaligus founder dari OMG! Creative Consulting Sebagai pembicara Maylaffayza menekankan beberapa point kepada peserta workshop mengenai Music Experience, yaitu Lesson Learned, Efficiency, Product Development, Distribution Channel, Monetizing dan Expantion. Dan point-point yang ditekankan oleh Yoris Sebastian yaitu Passion is Not Enough, be YOUnique, Same Passion Different Occupation, dan Become Problem Solver. Yang menariknya pada sesi ini adalah setiap peserta dibentuk dalam sebuah kelompok yang beranggotakan kurang lebih 5 peserta lalu para pembicara memberikan sebuah pertanyaan mengenai musik. Pada saat itu juga dari setiap kelompok harus mencari permasalahan yang sedang ‘IN’ untuk dicarikan sousinya, beberapa mentor juga ikut menemani di setiap kelompok untuk ikut membantu. Solusi dari kelompok yang paling kreatif akan menjadi pemenang dan berhak mendapatkan Coaching clinic yang diharapkan pada kemudian hari bisa benar-benar direalisasikan ide kreatif mereka itu. Penasaran dengan ‘Case Study’ Clothing And Fashion Business ? Simak testimonial berikut dari salah satu pesertanya!

Tadi work shopnya inspired bgt, terutama ‘Case Study’ dari VJ daniel. Dia presentasiin tentang Tomshoes . Jadi kalau lo bli sepatunya dia, lo sama aja donasiin sepatu gratis ke anak miskin di Argentina. Terus dari Diana Rikasari ‘Case Study’ nya dia tentang Bloop Endorse yang dimana Bloop Endorse ngasih Employee Empowerment. Jadi Bloop Endorse ngebolehin karyawannya untuk desain sendiri clothing mereka terus hasil penjualannya jadi milik mereka, bahkan ada kasir dan Cleaning Service Bloop yang omsetnya sebulan 50 juta! cool man! Terus setelah itu di lanjutin brainstorming per grup,akhirnya dipilih 3 finalis yaitu : Juara 3 moody bag, Juara 2 Vote for nothing, dan Juara 1 Phinisi. Phinisi menekankan tentang swimming clothes bertema pakaian tradisinal indonesia dan kerennya lagi itu bisa di mix pakaian renangnya. –Akhmad Syaiful, mahasiswa President University-
 Egon Saputra