Drama Musikal "Romantisme Tetangga Sebelah"

19-07-2011 02:07:29 By Egon Saputra
img

Orang bilang romantisme, mesra. Remaja bilang emosi berpada. Siapa saja boleh bicara romantis, santun harus dikedepankan. Bicara romantis bebas saja, bicara romantis hak manusia. Kawan pasti bisa romantis, lawan juga bisa romantis.
Siapa sangka kalau sekumpulan siswa/i di sebuah SLTA dapat memainkan sebuah drama musikal yang diiringi dengan musik dangdut. Sangat jarang terjadi ada peristiwa seperti ini. Drama Musial ‘Romantisme Tetangga Sebelah’ diambil sebagai judul dalam pertunjukkan kali ini.  Acara ini diselenggarakan pada tanggal 23 juli 2011 di GRJS Bulungan Jakarta. Pementasan ini awalnya dalam rangka mengikuti festival teater SLTA. Beberapa sekolah di Jakarta mengikuti festival ini seperti SMA 3, SMA 6, SMK Budi Asih dan masih banyak lagi. Pada sabtu lalu, Bulungan menjadi saksi dari pentas drama musikal dangdut yang menampilkan aksi dari anak-anak Teater BIAS SMK Budi Asih. Konsep ini sendiri dibangun oleh pelatih sekaligus sutradara  Drama Musikal ini yaitu Yudhi Kurniawan yang dibantu juga oleh tim produksi. Suatu kebanggaan bahwa dalam 2 tahun ini anak-anak SMK Budhi Asih  mendapatkan juara 1 dalam perlombaaan drama musikal.  Salah satunya perlombaan yang diadakan oleh London School Public Relation Jakarta yang bertajuk  Teatro Competition.  SMK Budi Asih pernah mengalahkan SMA-SMA unggulan di Jakarta dalam festival teater yang bergengsi. Drama ini menggambarkan perjuangan orang pinggiran mempertahankan rumah susun yang telah mereka tinggali selama bertahun-tahun dan cerita romantisme menjadi salah satu unggulan dalam cerita ini. Madsori dan Yulia menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Sepasang muda-mudi yang saling jatuh hati. Tapi apalah daya bahwa Pak Barja ayah dari julia yang bersifat pemberang dan arogan ini  tidak menyetujui hubungan mereka. Yang lebih parah lagi, Pak Barja tega memaksa Yulia untuk bekerja di sebuah Kafe dangdut untuk menemani para hidung belang. Puncaknya adalah ketika salah satu utusan dari pemerintah mau menggusur tanah yang mereka tempati,terdapat salah satu bangunan yang akan digusur secara sepihak oleh pemerintah. Dengan seenaknya Pak Barja menandatangani kontrak penggusuran dan menerima uang dari pemerintah.  Spontan para penghuni di rumah susun marah besar. Sebuah cerita ringan yang dikemas dengan nuansa musikal dangdut. Pementasan ini juga dikemas secara menarik sehingga mampu membuat para penonton terhanyut dan tidak merasa bosan dalam cerita yang berlangsung kurang lebih satu jam ini. Goyangan dangdut dari para pemain sangat natural, didukunga dengan aksi dan percakapan yang kocak membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal. Cerita ini diangkat berdasarkan fiktif belaka namun mempunyai gambaran nyata dalam kehidupan kita, terutama kehidupan pinggiran warga Jakarta. Kenapa memilih dangdut? karena segenap pemain dan crew ingin mendekatkan musik dangdut ke anak-anak SMA yang notabene  sedang mengalami masa kelabilan dalam menentukan jalan hidupnya. Ini juga menjadikan tantangan buat semua pelaku dan orang dibalik layar drama, apakah drama yang dibungkus dengan nuansa musik dangdut dapat dipentaskan dengan maksimal atau tidak. Harga tiket yang hanya 25 ribu rupiah dirasa sepadan dengan nilai-nilai moral dan hiburan yang didapatkan dari pementasan ini. Pemain :
  • Rizky Kurniawan sebagai Madsori
  • Melda Gusviani sebagai Yulia
  • Eka Kurnianigsih sebagai Teni
  • Surya Gunawan sebagai Robi
  • Wahyu Septiyani sebagai Ibu Puri
  • Dwi Oktaviani sebagai Alifah
  • Roddiah Ekawati sebagai Ibu Irfa
  • Galih Marwanti sebagai Akila
  • Riri Chandrika sebagai Chika
  • Marlina Praharsina sebagai Njum (Tukanga Jamu)
  • Rokayah Nur Hany sebagai Ibu Endang
  • Reza Pratama sebagai Kang Maman & Om Senang
  • Reza Pratama Putra sebagai Ayah Yulia
  • Soni Putra sebagai Orang di Bar
  • Amanda Warasati sebagai Mira
  • Marsela Diana Putri sebagai Panitia
Tim Produksi :
  • Yudhi Kurniawan : Sutradara
  • Ahmad Rafiq : Koreografer
  • Arie : Penata Musik
  • Ferdi : Penata Musik
  • Sulardi Yunus : Pimpinan Produksi
  • Pinky Miranda : Asisten Sutradara
  • Andre Danke : Penata Lampu
  • Mahshasti : Penata Kostum
  • Nega Yoselina : Penata Make-Up
  • Nessia Megawati : Humas
  • Wiryandi Putra : Desain Grafis
Didukung Oleh : London School, Ideal, PT. BASF, CHS, Swezz, Ayam Mas Koko & JakartaVenue Egon Saputra