Being A Smart-Shopper Is A Must!

28-06-2011 11:06:41 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Kesibukan kota tidak mempengaruhi individu untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing. Tidak hanya kebutuhan primer yang tetap menjadi prioritas, namun sekaligus juga kebutuhan sekunder yang sekarang dianggap sebagai pelengkap kebutuhan primer. Caranya? Apalagi kalau bukan dengan belanja! Kesibukan selangit pun bukanlah penghalang--apalagi dengan maraknya Midnight Sale di mana-mana. Everybody loves (and need) shopping, admit it! Banyak orang yang menganggap belanja adalah bagian dari Self-healing dari kesibukan pekerjaan sehari-hari. Dan ini pun ditunjang dengan puluhan pusat perbelanjaan besar yang ada di tiap penjuru kota. Tidak salah jika kamu adalah tipe orang yang mudah tergoda 'rayuan' toko-toko favorit kamu (khususnya dengan diskon-diskon yang ditawarkan). Namun bagaimanapun juga, semua harus tetap ada batasnya, dan tahu akan prioritas. Sudah bukan zamannya lagi berbelanja hanya berlandaskan alasan 'lapar mata'. Di masa sekarang ini, kamu dituntut untuk bisa menjadi Responsible Consumer, salah satunya dengan menentukan prioritas tentang apa saja yang akan kamu beli. Jangan sampai kamu hanya menjadi 'korban mata' saja. Sebagai akibat dari 'korban mata' ini, pasti banyak dari kamu yang tidak sadar berapa banyak pakaian yang hanya dipakai sesekali, atau malah belum pernah digunakan sama sekali dengan masih menempelnya price tag di dalam baju. Kalau sudah begini, suatu saat lemari kamu pasti akan berteriak dengan menumpuknya pakaian di dalam. Selain itu, tidak sedikit pula seseorang membeli barang yang sama ketika berbelanja, sehingga pada akhirnya uang kamu akan terbuang percuma. But don't worry, we're come to the rescue! Kami punya beberapa tips yang dapat digunakan untuk menanggulangi (atau paling tidak meminimalisir) terjadinya 'lapar mata'. 1. Catatlah kebutuhan. Hal ini dapat digunakan sebagai acuan belanja. Catatlah kebutuhan kamu, dan utamakan kebutuhan yang paling penting. 2. Data budget. Setelah membuat list belanja, sesuaikan dengan budget yang ada. Jangan lupa perhitungkan pengeluaran untuk keperluan tak terduga. Biasanya orang melupakan hal ini sehingga sebelum akhir bulan, kamu sudah pontang-panting dengan sisa gaji yang minim. 3. Bawa selalu uang cash untuk menghindari pembayaran dengan kartu ATM atau credit card. Percaya deh, godaan berbelanja dengan menggunakan kartu itu lebih besar! 4. Permulaan berbelanja. Belanjalah dengan daftar yang telah kamu buat, dimulai dari prioritas. Sesuaikan juga dengan budget kamu. Jika memang ternyata masih ada uang lebih, bisa kamu belanjakan kebutuhan-kebutuhan yang lain. Dengan begini, kamu tidak akan 'menderita' di akhir bulan. Nah, dari beberapa tips yang diberikan, sekarang waktunya untuk mempraktekkan. Sudah waktunya kamu menjadi konsumen yang cerdas! Ciptaningtyas Kusuma Dewi Ruri Nurulia