Kopitiam Oey: Terhanyut Dalam Nuansa Klasik (Tempo Doeloe)

15-06-2011 02:06:56 By Egon Saputra
img

"Koffie Mantap Harganja Djoedjoer" adalah slogan salah satu kedai kopi bernama Kopitiam Oey, terletak dibilangan Pasar Minggu lebih tepatnya di jalan Salihara No. 16. Kurang lebih 200 meter dari Universitas Nasional (UNAS) Pejaten. Istilah Kopitiam berasal dari kata kopi (Melayu) dan bahasa Hokkien 'tiam' yang artinya kedai. Penamaan 'Oey' sendiri diambil dari nama 'Winarno" yang dalam bahasa Cina disebut 'Oey'. Bondan Oeynarno atau yang sering kita panggil Pak Bondan Winarno adalah pemilik sekaligus pendiri Kedai ini. Apa yang menarik dari kedai kopi ini? Kopitiam Oey bukanlah kedai biasa, kedai ini dikemas dengan nuansa yang begitu klasik. Kursi, meja, lampu serta alunan musiknya seolah membawa kita berada disaat nenek kakek kita menikmati masa mudanya. Bahkan menu yang ditawarkan dikemas dengan nama yang klasik (ejaan jaman dulu). Dinding-dinding pun berderet gambar dan lukisan Noni Shanghai, Poster iklan kopi aromaa & teh tjap botol yang memperkuat nuansa tempo doeloe yang unik. Langit-langit yang berhiaskan lampu dalam sangkar burung yang ditutup kain berwarna merah membuat pencahayaan yang tidak terlalu terang dan membuat pengunjung yang duduk di kursi kayu sederhana semakin betah. Selain itu kedai ini juga dilengkapi dengan fasilitas free WiFi sehingga banyak pengunjung yang menikmati kopi sambil bekerja atau bahkan meeting. Kopitiam Oey menawarkan beberapa jenis kopi yang beda dari kedai kopi lainnya, seperti Koffie Toebroek Jawa, Koffie Hitam Kental Italia, Ijs Koffie Sisilia dan Koffie Soesoe Indotjina (jenis kopi vietnam) yang menjadi favorit pengunjung. Untuk pengunjung yang tidak suka kopi, Kopitiam Oey juga menyediakan macam-macam teh seperti Teh Taloea Boekittinggi, Teh Wangi Tjap Potji, Teh Tarik dan masih banyak jenis minuman lainnya. Untuk makanan ada Roti Telor Blanda, Roti Bakar Corned, Nasi Brongkos, Tempe Mendoan dan kudapan berat lainnya. Singkong Goreng Sambel Roa adalah salah satu kudapan favorit disini karena sambelnya yang memang nikmat dan tidak terlalu pedas, sangat pas disantap sore hari dengan secangkir kopi. Untuk harga jangan takut kemahalan, harga yang ditawarkan berkisar antara 6 ribu rupiah sampai yang termahal hanya 35 ribu rupiah saja. Satu pilihan yang tepat jika kamu memilih Kopitiam Oey Saliara karena selain ngopi, makan dan hangout disini juga terdapat Komunitas Salihara yang sering mengadakan acara seperti pentas musik, teater, pameran seni dan sebagainya. Selain di Salihara, Kopitiam Oey juga ada di Sabang, Tebet, Serpong, dan tidak lama lagi akan membuka cabang baru di Duren Tiga Kalibata. Tempat ngopi yang pas disaat ingin menghindari kemacetan Jakarta.