Insidious

14-06-2011 06:06:59 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Apa jadinya jika tim dibalik 'SAW' berkolaborasi dengan tim dibalik 'Paranormal Activity'? 'Insidious' merupakan film yang ditulis oleh Leigh Whannell dan disutradari oleh James Wan (tim dibalik 'SAW'), sedangkan Oren Peli yang merupakan sutradara 'Paranormal Activity' bertindak sebagai produser di film ini. Pertama kali saya membayangkan film ini adalah kisah rumah hantu dimana para hantu menjebak penghuni-nya dengan perangkap a'la Jigsaw. Tapi ternyata setelah menyaksikan sendiri, 'Insidious' lebih menguji mental Kamu dengan suspense dan berbagai macam penampakan a'la film Jelangkung tanpa adanya pertumpahan darah, jadi jangan harap ada adegan sadis dengan darah segar dan jeroan tubuh manusia yang bertebaran dalam film ini. Josh (Patrick Wilson) dan Renai (Rose Byrne) merupakan sepasang suami-istri yang baru saja pindah ke rumah baru. Namun, dalam rumah baru-nya tersebut Renai selalu merasa ada yang janggal. Apalagi ketika anaknya Dalton (Ty Simpkins) mendadak koma dan dokter yang merawatnya pun tidak dapat mendiagnosa penyebabnya. Semakin lama kejanggalan tersebut semakin parah hingga akhirnya Renai memutuskan untuk memanggil paranormal. Tetapi, Josh tipikal orang yang tidak percaya dengan hal-hal mistis tidak setuju bahkan tidak percaya terhadap apa yang dialami Renai hingga pada akhirnya Josh sadar bahwa memang ada yang janggal. Dimana kejanggalannya? Kursi bergerak sendiri, lampu bergoyang, bahkan alarm rumah mendadak berbunyi sendiri, hingga penampakan-penampakan makhluk yang belum jelas apa tujuannya. Apa yang sebenarnya terjadi di rumah tersebut? Benarkah rumah tersebut memang berhantu? Dengan memadukan formula dari berbagai classic American horror tales seperti 'Poltergeist', 'The Thing', ditambah formula horor seperti 'Dead Silence' (juga dikerjakan tim yang sama dibalik 'SAW') dan 'Paranormal Activity' itu sendiri, 'Insidious' adalah film horor yang sangat mengerikan. Formula 'Paranormal Activity' disisipkan dalam film ini seperti pintu tertutup sendiri, lampu yang tiba-tiba mati, dan juga perabotan rumah yang bergerak sendiri. Namun tidak seperti 'Paranormal Activity' dimana kita tidak melihat wujud penampakan apapun, 'Insidious' menghadirkan berbagai macam jenis penampakan! Memang di menit-menit awal memang terasa lambat dan tensi-nya kurang, tetapi justru menit-menit tersebut merupakan built-up yang sengaja dibuat untuk membangun tensi penonton. Hasilnya? Saya pun menonton film ini merem-melek, kemudian berpaling sedikit ke belakang untuk melihat reaksi penonton. Ada yang lemas, ada yang menutup mata, ada yang berpelukan dengan pasangannya, ada pula yang menutup telinganya rapat-rapat. Memang, musik latar di film ini menjadi booster yang membuat tensi semakin meningkat karena Joseph Bishara sang komposer menggunakan efek violin yang menyayat dan memekikan telinga. Apalagi film ini disajikan dengan format digital membuat efek suara dan pekikan violin semakin dahsyat! Akting Patrick Wilson, Rose Byrne, dan talent pendukung lainnya saya rasa tidak ada masalah. Tidak kaku dan mereka semua dapat menguasai perannya masing-masing. Untuk story sendiri saya rasa menjadi daya tarik tersendiri karena sebenarnya tidak jauh dari fenomena yang sering kita dengar seperti mati suri atau orang yang dikabarkan meninggal tiba-tiba hidup kembali. Hebatnya tim penulis mampu mencampur-aduk formula dari berbagai macam film horor yang sudah-sudah dengan ide cerita yang menurut saya make sense atau masuk akal. Namun sayangnya, agak sedikit klise karena saya bisa menerka apa yang terjadi selanjutnya. Ada beberapa humor yang disisipkan untuk menurunkan tensi apalagi dengan kehadiran duo pengusir hantu a'la 'Ghostbusters', cukup menghibur. Kesimpulannya, 'Insidious' memang membuat saya ketakutan tetapi belum tentu juga membuat Anda takut. Oleh karena itulah Kamu harus membuktikannya sendiri! JV Rating: 3.5/5 IMDb Rating: 7.1/10 Emir Hartato